IPB University Terima Peralatan Laboratorium dari KKBC Jepang

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
Konten dari Pengguna
6 Juli 2019 22:31
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
IPB University Terima Peralatan Laboratorium dari KKBC Jepang (49699)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa IPB University dan Peneliti Jepang
Setelah menjalin kerjasama dengan Perusahaan Pusat Analisis Lingkungan, Kankyou-Koagai Bunseki Centa (KKBC) Jepang pada Januari lalu, IPB University akan menerima beberapa peralatan laboratorium secara bertahap. Peralatan tersebut adalah ICP-AES, Gas Chromatography (GC), Ion Chromatography dan CHNS Auto Analyzer atau X-Ray Diffractometer.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Dr. Suwardi di Kampus Dramaga, Bogor (19/6). Menurutnya ICP-AES dapat digunakan untuk mengukur unsur-unsur yang ada di dalam tanah, air, dan tanaman secara simultan dengan sangat cepat. Alat GC digunakan untuk mengukur senyawa-senyawa organik yang mudah menguap dan senyawa anorganik pada suatu campuran. Alat ini penting untuk mengukur kadar gas rumah seperti metana (CH4), nitrogen oksida (N2O) dan lain-lain.
Ion Chromatografi atau sering disebut HPLC adalah alat yang penting untuk mengukur molekul atau senyawa yang berada pada larutan. Molekul yang terlarut dalam fase gerak akan melewati kolom dalan fase diam. Molekul yang memiliki ikatan kuat dengan kolom akan bergerak lebih lambat. Dengan cara ini, berbagai tipe molekul dapat dipisahkan berdasarkan pergerakan dalam kolom. CHNS adalah alat untuk mengukur kadar C, H, N, dan S dalam sekali ukur, sedangkan X-ray digunakan untuk identifikasi mineral klei di dalam tanah.
ADVERTISEMENT
“Kerjasama antara IPB University dan KKBC ini meliputi bantuan peralatan laboratorium untuk analisis lingkungan khususnya untuk tanah, air, udara, dan tanaman. Pelatihan tenaga analis Faperta IPB di Jepang dan penelitian yang berkaitan dengan lingkungan,” ujarnya.
Untuk itu, sebelum peralatan ini dikirim ke Indonesia, Faperta IPB University telah mengirimkan dua analisnya untuk menjalani pelatihan di Jepang selama enam bulan. Mereka adalah Syahra Maretzka Labina Putri dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan dan Wiwit Prihadini dari Departemen Agronomi dan Hortikultura.
“Kedua analis tersebut berada di Jepang sejak 18 Mei 2019. Setelah pulang ke Indonesia kedua analis tersebut akan mengoperasikan alat-alat yang dikirim ke IPB University. Selama di Jepang, mereka memperoleh pelatihan Bahasa Jepang, keterampilan pengoperasian alat, dan cara pemeliharaan alat-alat laboratorium. Setelah kembali ke Indonesia, akan dikirimkan lagi dua analis lain untuk menjalani pelatihan yang sama,” imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya bantuan alat-alat tersebut dan juga pelatihan para analis diharapkan sample tanah, air, udara, dan tanaman dari para dosen, mahasiswa, dan juga dari masyarakat akan menjadi lebih cepat dianalisis dan lebih akurat hasilnya.
Menurutnya, selama ini kendala yang sering dikeluhkan adalah keterbatasan alat untuk pengukuran sehingga harus menunggu lama untuk memperoleh hasil pengukuran. Dengan adanya peralatan baru dan analis yang terampil semoga kendala yang selama ini ada dapat diatasi. (**/Zul)
Keyword: analis faperta IPB University, KKBC Jepang, Dr. Suwardi, Laboratorium.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020