Konten dari Pengguna

Lilis Sucahyo Bagikan Tips Mengurangi Dampak Radiasi Layar Gawai

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lilis Sucahyo Bagikan Tips Mengurangi Dampak Radiasi Layar Gawai
zoom-in-whitePerbesar
Lilis Sucahyo Bagikan Tips Mengurangi Dampak Radiasi Layar Gawai

Kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah membawa dampak yang signifikan terhadap perubahan pola hidup masyarakat khususnya dalam penggunaan perangkat elektronik. Bekerja dari rumah atau lebih populer dengan sebutan Work From Home (WFH) menjadi salah satu alternatif bagaimana sektor jasa, pendidikan serta ekonomi masyarakat tetap dapat produktif dan terhubung di tengah masa pandemi virus Corona dengan bantuan sarana digital.

Hal tersebut tentu saja berakibat pada peningkatan penggunaan berbagai perangkat elektronik, khususnya beberapa gawai seperti smartphone, tablet dan laptop/notebook. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya kenaikan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 1-3 persen sejak adanya himbauan bekerja dari rumah.

Lilis Sucahyo, STP, MSi, Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB University mengatakan, “Beban kerja secara terus menerus dalam jangka waktu lama menyebabkan kelelahan bagian tubuh (fatigue). Dikeluhkan oleh beberapa pengguna laptop/notebook yang menyebutkan bahwa mereka mengalami rasa pegal pada mata akibat menatap layar dalam waktu lama (computer vision syndrom), mata lelah (astenopia), mata kering (dry eye) serta ganggungan refraksi. Hal tersebut lumrah terjadi, salah satunya karena paparan sinar radiasi layar/monitor dari perangkat elektronik selama beraktivitas," katanya.

Ia menambahkan, selain menghasilkan keindahan warna dan tampilan pada berbagai perangkat, teknologi layar Light Emitting Diode (LED) yang banyak diaplikasikan pada berbagai perangkat (lampu, televisi, komputer, laptop, tablet dan smartphone) juga menghasilkan dampak negatif berupa pancaran sinar biru (blue light radiation). Sinar biru tergolong dalam jenis High Energy Visible (HEV) yaitu cahaya tampak dengan tingkat energi yang besar. Karakteristik sinar tersebut memiliki panjang gelombang pendek sekitar 380-500 nanometer dengan tingkat energi yang besar seperti sinar ultraviolet yang berbahaya bagi penglihatan manusia. Mata manusia memiliki kemampuan yang baik dalam menghalau sinar UV (ultraviolet) tetapi tidak untuk sinar biru. “Menatap layar LED dalam jangka waktu lama tanpa dilakukan upaya meminimalisir dampak radiasi sangat tidak dianjurkan,” ujarnya.

Ada tips sederhana dan mudah dilakukan untuk meminimalisir dampak radiasi layar gawai selama beraktivitas menggunakan laptop/notebook dan smartphone selama Work From Home. Yakni gunakan lapisan pelindung (screen protector) untuk layar/monitor LED. Pilih jenis yang tidak hanya melindungi layar anda dari debu, kotoran dan goresan tetapi juga pancaran sinar radiasi, terutama blue light dan ultraviolet. Jika anda menggunakan kacamata, pilih jenis lensa yang juga dapat menghalau/ filtrasi jenis cahaya tersebut (anti blue light and UV lens).

Kedua, lakukan pengkondisian cahaya ruangan serta pengaturan tingkat kecerahan layar (brightness dan contras) yang sesuai dimana tingkat kecerahan layar tidak melebihi kondisi pencahayaan lingkungan anda bekerja. Ruangan yang terlalu redup/gelap dapat menyebabkan kecerahan dan kontas layar yang berlebihan sehingga mata menjadi cepat lelah. Gunakan setelan Dark Mode pada operating system serta berbagai aplikasi atau dengan memilih tema gelap untuk mengurangi kecerahan dan radiasi layar.

Ketiga, lakukan pengaturan jarak pengelihatan antara mata dengan layar, disarankan dalam jarak sekitar 30-40 centimeter. Usahakan agar posisi gawai/perangkat notebook dan smartphone lebih rendah dari mata, yaitu dengan membentuk sudut lebih sekitar 15 derajat. Hindari menatap layar dalam kondisi berbaring karena dapat menyebabkan cedera punggung dan gangguan tulang belakang.

“Keempat, hindari melakukan pekerjaan dengan menatap layar dalam jarak dekat dengan terus menerus. Setiap 20-30 menit menatap layar, selingi dengan aktivitas melihat jauh atau palingkan pengelihatan ke arah lain seperti pojok pojok ruangan atau melihat ke luar jendela ruangan. Lakukan juga pemijitan ringan di sekitar mata untuk melancarkan aliran darah. Hal tersebut dilakukan untuk mengistirahatkan dan mengurangi ketegangan pada otot mata. Pada saat tersebut lakukan juga senam ringan untuk peregangan otot bahu dan leher utuk mencegah terjadinya computer vision syndrom,” ujarnya.

Kelima atau terakhir adalah ketika bekerja dengan layar, maka secara tidak sadar akan terjadi penurunan intensitas berkedip. Hal tersebut menyebabkan mata menjadi kering. Lakukan kegiatan berkedip secara sadar dan teratur agar bola mata dapat tetap terbasahi dengan baik. Dapat juga menggunakan cairan tetes mata (artificial tears) jika diperlukan. Perbanyak konsumi buah dan sayuran untuk menjaga kesehatan mata. (Awl/Zul)

Keyword: COVID-19, Lilik Sucahyo, Fateta IPB University