Matangkan Galeri Biodiversitas, Museum IPB Gandeng Pakar Lintas Disiplin

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Museum dan Galeri IPB Future sedang merancang Galeri Biodiversitas. Galeri ini direncanakan menempati gedung yang sebelumnya digunakan sebagai wisma tamu. Lantai pertama dari bangunan tiga tingkat ini ditargetkan selesai pada akhir tahun. Proyek ini melibatkan kolaborasi antarfakultas untuk mengumpulkan koleksi spesimen kampus dalam satu ruang edukasi yang interaktif.
Rencana ini dibahas dalam focus group discussion (FGD) yang diadakan oleh Museum IPB pada Rabu yang lalu (30/9) di Ruang Executive Meeting Hall A, Gedung B Perpustakaan IPB Lantai 2. Difasilitasi oleh Wakil Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University, Dr Rinekso Soekmadi, diskusi ini menyatukan pandangan para pakar biodiversitas dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB), serta jajaran pimpinan universitas.
Asisten Bidang Arsip Digital dan Pengelolaan Museum Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD) IPB University, Dr Adisti Permatasari Putri Hartoyo, menyampaikan bahwa galeri ini dibuat sebagai ruang yang menampilkan kekayaan biodiversitas IPB. Konsep utama galeri mengangkat tajuk "The Trinity of Connection", yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
“Dalam rancangan awal, galeri akan menampilkan daftar spesies dari enam ekoregion di Indonesia. Namun, atas masukan dari berbagai pakar, galeri ini juga direncanakan untuk menyoroti tiga tingkat keanekaragaman hayati: ekosistem, spesies, dan genetik,” paparnya.
Organisme yang tidak kasatmata, seperti plankton, fungi, dan mikrobioma hutan, juga diusulkan untuk dimasukkan dalam narasi galeri. Dengan begitu, sudut pandang tentang biodiversitas menjadi lebih luas.
Menurut Dr Adistri, tantangan utama dalam pengembangan ini adalah proses pencatatan dan pemindahan koleksi.
“Saat ini, IPB memiliki banyak spesimen, mulai dari herbarium, koleksi kayu, koleksi perairan, hingga kerangka anatomi yang tersebar di berbagai unit. Selain itu, pengelolaan suhu dan kelembapan ruang pamer juga harus memenuhi standar konservasi agar spesimen tetap terjaga,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, ia memastikan bahwa Galeri Biodiversitas yang akan dibangun memperhatikan tantangan-tantangan yang ada. Untuk menjaga keamanan spesimen asli, pameran juga dapat ditampilkan melalui media digital, pembuatan replika, atau skema peminjaman dan pengelolaan bersama koleksi spesimen.
Wakil Kepala LMITD IPB University Dr Syafitri Hidayati menutup diskusi dengan menegaskan bahwa Galeri Biodiversitas ini akan menjadi rumah bersama bagi seluruh fakultas dan sekolah di IPB.
Melalui kolaborasi lintas disiplin, Galeri Biodiversitas tidak hanya menjadi tempat penyimpanan spesimen, tetapi juga dapat berfungsi sebagai tempat edukasi interaktif yang makin menegaskan IPB University sebagai Kampus Biodiversitas. (*/Rz)
