Konten dari Pengguna

Peneliti IPB Hadirkan Sistem OLAP Hotspot Karhutla, Sempurnakan Sistem Kemenhut

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi (freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi (freepik)

IPB University kembali menghadirkan inovasi berbasis data untuk mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Sistem OLAP Hotspot Karhutla.

Inovasi yang berhasil masuk menjadi salah satu 117 Inovasi Indonesia-2025 versi Business Innovation Center (BIC) ini dikembangkan sebagai alat bantu untuk menganalisis data histori titik panas berdasarkan dimensi waktu, lokasi, dan tingkat kepercayaan titik panas. Ringkasan dan tren data titik panas diperlukan untuk memprediksi potensi adanya karhutla.

Sistem ini memanfaatkan teknologi online analytical processing (OLAP), yaitu teknologi analisis data yang digabungkan dengan pengelolaan data spasial. Inovasi ini melengkapi Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi+), sistem pencegahan milik Kementerian Kehutanan dengan kemampuan analisis data yang lebih mendalam.

Melalui pemanfaatan teknologi OLAP, sistem memungkinkan pengguna menelusuri dan menganalisis data histori hotspot secara fleksibel, baik berdasarkan lokasi, waktu, maupun parameter tertentu.

“Inovasi ini kami kembangkan untuk membantu pemangku kebijakan memahami pola dan tren hotspot karhutla,” ujar Prof Imas Sukaesih Sitanggang, ketua tim peneliti.

Guru Besar Ilmu Komputer di Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University ini menjelaskan, ketersediaan data saja tidak cukup apabila tidak diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi pengguna.

Teknologi OLAP memungkinkan proses drill-down dan roll-up data secara dinamis, sehingga analisis dapat dilakukan dari level nasional hingga ke tingkat desa.

Keunggulan lain adalah kemampuannya mengintegrasikan data historis dan data terkini, sehingga dapat digunakan untuk analisis tren dan potensi kejadian karhutla.

Prof Imas berharap sistem OLAP Hotspot Karhutla ini dapat memperkuat sistem peringatan dini karhutla di Indonesia serta mendukung upaya pencegahan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan analitik dan visualisasi interaktif, inovasi ini diharapkan dapat mendukung pencegahan karhutla yang lebih efektif. (Lp)