Konten dari Pengguna

SATU Indonesia Awards 2026: Kepala LPA2I IPB Soroti Peran Strategis Desa

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SATU Indonesia Awards 2026: Kepala LPA2I IPB Soroti Peran Strategis Desa
zoom-in-whitePerbesar

Desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat lahirnya inovasi yang mampu mendorong pembangunan nasional. Namun, potensi tersebut hanya dapat berkembang apabila didukung oleh ekosistem yang menghubungkan riset, inovasi, pendampingan, hingga pemasaran secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr Handian Purwawangsa dalam Campus Roadshow 17th SATU Indonesia Awards 2026 yang digelar di Auditorium Andi Hakim Nasoetion IPB, Jumat (17/7).

Kegiatan hasil kolaborasi PT Astra International, IPB University, dan Kumparan ini mengangkat tema "Desa sebagai Episentrum Perubahan: Menggerakkan Dampak dari Akar ke Skala Nasional."

“Pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Kalau semua desa maju, Indonesia maju. Agak susah logikanya kalau ingin Indonesia maju, tetapi desanya tidak maju, karena Indonesia adalah kumpulan dari desa-desa," ujarnya.

Karena itu, ia mengatakan IPB University melalui LPA2I terus mendorong berbagai program pengabdian masyarakat, riset, dan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di desa. Melalui pendekatan tersebut, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai penelitian, tetapi dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan desa saat ini bukan terletak pada kurangnya potensi, melainkan belum terbangunnya ekosistem yang menghubungkan berbagai pihak,” ungkapnya.

Menjawab hal tersebut, IPB University bersama Astra mengembangkan program One Village One CEO (OVOC) dan pembinaan Desa Sejahtera Astra untuk membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan inovasi, pendampingan usaha, pemasaran, hingga pengembangan bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dr Handian juga mengungkap IPB University tengah membangun ekosistem yang mempertemukan riset, inovasi, kebutuhan masyarakat, serta proses hilirisasi agar hasil penelitian dapat segera dimanfaatkan.

Salah satu contohnya ialah pengembangan teknologi pada komoditas kopi, mulai dari pupuk khusus hingga varietas yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Selain itu, IPB juga mengembangkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas pepaya melalui riset pengendalian penyakit tanaman serta pengembangan benih padi IPB yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan semangat yang diusung Campus Roadshow 17th SATU Indonesia Awards 2026, desa diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi pusat lahirnya solusi dan perubahan yang mampu memberikan manfaat hingga tingkat nasional. (*/Rz)