Konten dari Pengguna

Startup Binaan IPB University Ekspor Pinang ke Bangladesh dan Maladewa

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Startup Binaan IPB University Ekspor Pinang ke Bangladesh dan Maladewa
zoom-in-whitePerbesar

Rektor IPB University dan Menteri Perdagangan (Mendag) RI melepas ekspor pinang ke Bangladesh dan Maladewa yang dilakukan oleh PT Export Tani Nusantara, startup binaan IPB University. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan momen Campus Preneur yang diselenggarakan Kemendag di Kampus IPB Dramaga, Jumat (12/6).

Mendag RI, Dr Budi Santoso yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa program Campus Preneur dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan kewirausahaan dan pemasaran sehingga mampu menjadi pelaku usaha maupun eksportir sejak masih berada di bangku kuliah.

“Program Campus Preneur bertujuan mendidik mahasiswa agar belajar langsung dari para eksportir dan pelaku usaha. Tidak hanya untuk ekspor, tetapi juga bagaimana memasarkan produk di pasar dalam negeri dan luar negeri,” ujarnya.

Mendag mencontohkan keberhasilan Al Fiqie, pendiri PT Export Tani Nusantara, yang berhasil mengembangkan usaha ekspor sejak masih kuliah. “Kami ingin semakin banyak mahasiswa yang mengikuti jejak seperti ini. Ketika lulus nanti mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Sementara itu, Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet menegaskan bahwa Campus Preneur sejalan dengan visi IPB University sebagai Techno-Social Entrepreneur University yang berfokus menghasilkan lulusan berjiwa wirausaha dan mampu menciptakan dampak bagi masyarakat.

“Kami ingin menghasilkan sumber daya manusia unggul yang memiliki orientasi kewirausahaan. Karena itu, program Campus Preneur sangat sinergis dengan arah pengembangan IPB University,” ujarnya.

Dijelaskan Rektor, IPB University membangun ekosistem kewirausahaan terintegrasi, mulai dari pembinaan startup hingga program berbasis desa seperti One Village One CEO (OVOC) dan One Village One Export. Kolaborasi dengan Kemendag dinilai semakin memperkuat akses pasar bagi mahasiswa dan pelaku usaha binaan IPB University.

Pada kesempatan yang sama, CEO PT Export Tani Nusantara, Al Fiqie menjelaskan bahwa usaha ekspor yang dirintisnya sejak semester tiga kuliah kini berkembang pesat. Saat ini, perusahaan yang ia rintis, secara rutin mengekspor pinang dengan volume sekitar 54 ton dan mengirimkan lima hingga enam kontainer setiap bulan.

Ia menyebut, tingginya permintaan pasar internasional terhadap pinang Indonesia membuka peluang besar bagi petani dan pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor. Keberhasilan tersebut semakin diperkuat dengan raihan kontrak dagang senilai Rp33 miliar yang diperoleh PT Export Tani Nusantara pada tahun ini melalui pameran dagang di Shanghai, Tiongkok.

“Awalnya kami hanya mengirim satu kontainer setiap tiga bulan. Namun kini sudah mencapai lima hingga enam kontainer per bulan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas kemitraan dengan petani, serta mengembangkan pasar ekspor yang lebih luas,” ujar Al Fiqie.

Ke depan, ia berencana mengembangkan berbagai produk turunan pinang bernilai tambah melalui kolaborasi dengan riset-riset IPB University. “Kami ingin mengembangkan produk seperti sliced betel nut dan roasted betel nut sehingga produk yang diekspor tidak hanya berupa bahan mentah, tetapi juga produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi,” katanya.

Pelepasan ekspor pinang ini menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha mampu membuka akses pasar global bagi komoditas pertanian Indonesia sekaligus melahirkan generasi eksportir muda yang berdaya saing dan memberikan manfaat bagi petani serta masyarakat. (AS)