Susu Moonyonyo: Inovasi Mahasiswa Peternakan IPB Hadirkan Susu Segar Berkualitas

Akun resmi Institut Pertanian Bogor
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 menunjukkan bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya berkisar 16,27 kg/kapita/tahun. Angka ini tergolong rendah dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.
Remaja khususnya mahasiswa menjadi salah satu kalangan yang kurang dalam mengonsumsi susu. Faktor harga yang relatif mahal serta kurangnya variasi rasa yang menarik sering kali menjadi alasan utama mengapa susu belum menjadi pilihan utama bagi mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka.
Di tengah situasi tersebut, sekelompok mahasiswa peternakan IPB University mencoba mengambil peran dengan menghadirkan solusi kreatif. Mereka berupaya mengubah persepsi bahwa minuman sehat tidak selalu membosankan melalui sebuah branding Susu Moonyonyo.
Chief Executive Officer (CEO) Susu Moonyonyo, Faiq Ayyasy Nafis menjelaskan bahwa produk yang tengah dikembangkan merupakan olahan susu sapi segar yang bergizi dan harganya ramah di kantong mahasiswa. Susu Moonyonyo menawarkan kombinasi nutrisi susu murni dengan tren rasa yang diminati pasar mahasiswa.
"Susu Moonyonyo ini merupakan inovasi suatu produk hasil olahan ternak. Kami membuat susu yang memiliki gizi dan pastinya yang dibutuhkan mahasiswa itu harganya terjangkau," kata Faiq yang juga mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Ternak IPB University.
Meskipun harganya murah, kualitas tetap menjadi prioritas. Susu Moonyonyo menggunakan bahan baku susu segar yang diambil langsung dari kandang Fakultas Peternakan IPB University. Proses pengolahan dilakukan secara mandiri oleh tim mahasiswa menggunakan metode pasteurisasi.
"Dari susu segar itu kami pasteurisasi sendiri, diolah sendiri, dan baru diberikan inovasi berupa rasa. Saat ini, pelanggan dapat menikmati varian plain, cokelat, dan choco and cookies dalam bentuk cup dengan ukuran sekitar 200 ml. Harga varian original dibanderol Rp8.000, sedangkan yang ada rasa Rp9.000," kata Nur Afni Damayanti, Chief Marketing Officer (CMO) Susu Moonyonyo.
Susu Moonyonyo lahir dari program kerja Divisi Ekonomi Kreatif Himpunan Mahasiswa Produksi Ternak (Himaproter) IPB University yang telah berjalan selama dua tahun. Usaha ini juga tengah diikutsertakan dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).
"Kami mengikuti PMW karena melihat benefit yang bakal didapatkan, seperti pendanaan dan pelatihan agar branding produk kami meningkat. Harapannya bukan hanya dikenal di tingkat Fakultas Peternakan saja, tapi juga di tingkat IPB University," tutur Nur Afni. (MHT)
