Konten dari Pengguna

Tips Sehat Mengonsumsi Hidangan Lebaran Menurut Ahli Gizi IPB University

Berita IPB
Akun resmi Institut Pertanian Bogor
27 Maret 2025 9:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tips Sehat Mengonsumsi Hidangan Lebaran Menurut Ahli Gizi IPB University
zoom-in-whitePerbesar
Tips Sehat Mengonsumsi Hidangan Lebaran Menurut Ahli Gizi IPB University
ADVERTISEMENT
Tidak lama lagi umat muslim akan merayakan Idulfitri. Hari raya umat muslim ini identik dengan masakan yang berlemak dengan kuah santan seperti rendang, opor, gulai, dengan kue-kue yang serba manis. Tentu dengan konsumsi makanan seperti demikian dalam beberapa hari tidak baik untuk kesehatan.
ADVERTISEMENT
dr Naufal Muharam Nurdin, SKed, MSi, dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University menyampaikan, meski tidak mudah, menjaga pola makan yang baik saat momen Lebaran tetap mesti dilakukan.
“Menjaga pola makan ketika Lebaran merupakan hal yang agak sulit. Kita perlu menjaga tetapi tidak perlu terlalu ketat karena Lebaran merupakan hari bahagia. Kita dapat menikmati makanan yang tersedia, tapi perlu diingat porsi dan jangka waktunya,” ucapnya.
dr. Naufal memberikan beberapa tips untuk mengonsumsi hidangan Lebaran secara sehat. Pertama, batasi camilan hanya sedikit atau sekadar mencicipi. “Biasanya, kalori terbesar bukan berasal dari makanan utama, melainkan dari camilan dan kue-kue Lebaran,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tingkat kejadian stroke biasanya meningkat setelah Lebaran. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan dalam menjaga konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. “Hindari camilan dan kue-kue. Jika penasaran, boleh mencicipi, tapi jangan terlalu banyak,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Tips kedua adalah mengikuti jumlah porsi panduan piring makanku. Setengah piring setidaknya diisi dengan sayur dan buah, sisanya untuk nasi (atau sumber karbohidrat lain) dan lauk pauk.
Bagi penderita diabetes mellitus, dr Naufal menyarankan untuk menghindari makanan manis. “Penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan manis. Jika memiliki kolesterol tinggi dan hipertensi, makanan berlemak juga harus dibatasi,” tambahnya.
Untuk mengontrol porsi makan, dr Naufal menyarankan penggunaan piring kecil. Dengan variasi makanan yang banyak, piring besar dapat membuat kita tanpa sadar mengambil porsi berlebihan. Sebaliknya, piring kecil membantu mengurangi porsi secara otomatis.
Selain itu, ia juga menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan seperti pisang, apel, atau pir terlebih dahulu sampai merasa kenyang sebelum mencicipi makanan lainnya. Selain dapat mengurangi nafsu makan (karena perut sudah penuh terisi sayur dan buah), kandungan serat juga dapat mengikat lemak.
ADVERTISEMENT
“Ini dapat membatasi kita untuk mengonsumsi makanan tinggi gula dan tinggi lemak. Ada baiknya buah dan sayur segar dihidangkan dalam bentuk salad sebagai alternatif makanan sehat saat Lebaran,” jelasnya.
Terakhir, dr Naufal menyarankan untuk makan terlebih dahulu sebelum salat Id agar perut tidak terlalu lapar seusai ibadah. “Perut yang lapar, apalagi dihadapkan pada makanan melimpah, cenderung membuat kita makan berlebihan,” kata dia.
Tak lupa, setelah mengonsumsi banyak makanan berlemak, dr. Naufal menekankan pentingnya berolahraga. “Usahakan berolahraga di pagi hari setidaknya selama 15 menit,” pungkasnya. (dh)