Konten dari Pengguna

WoPang: Inovasi Pangsit Daging Kelinci Karya Mahasiswa Peternakan IPB University

Berita IPB

Berita IPB

Akun resmi Institut Pertanian Bogor

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita IPB tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

WoPang: Inovasi Pangsit Daging Kelinci Karya Mahasiswa Peternakan IPB University
zoom-in-whitePerbesar
WoPang: Inovasi Pangsit Daging Kelinci Karya Mahasiswa Peternakan IPB University

Bosan dengan olahan ayam yang itu-itu saja? Tim mahasiswa Fakultas Peternakan IPB University menghadirkan terobosan kuliner unik bernama WoPang. Produk ini merupakan perpaduan inovatif antara daging ayam pilihan dan daging kelinci, menciptakan tekstur pangsit dan wonton yang lembut dengan cita rasa gurih alami.

Dipimpin oleh Muhammad Theo Rachman dari Program Studi Teknologi Produksi Ternak, WoPang hadir sebagai media untuk memperkenalkan protein alternatif kepada masyarakat. Menariknya, produk ini tersedia dalam dua varian yang sedang tren di kalangan anak muda, yaitu varian keju mozarella dan tulang rangu yang memberikan sensasi renyah saat digigit.

Theo menuturkan, secara nutrisi, daging kelinci dikenal memiliki keunggulan dibandingkan daging ternak lainnya karena tinggi protein namun rendah kolesterol, natrium, dan kalori. Hal ini menjadikan WoPang bukan sekadar camilan lezat, tetapi juga pilihan yang lebih sehat.

“Alasan menggunakan daging kelinci adalah kontribusi kami untuk memperkenalkan protein alternatif. Karakteristik rasanya mirip ayam, sehingga relatif mudah diterima konsumen, terutama setelah kami olah dengan teknik khusus untuk menghilangkan aroma khasnya,” jelas Theo Rachman.

Meskipun menghadapi tantangan harga bahan baku yang lebih mahal dan pasokan yang terbatas, tim WoPang optimis dengan respons pasar. Strategi pemasaran dimulai dari lingkaran terdekat mahasiswa melalui promosi mulut ke mulut dan layanan gratis ongkos kirim di sekitar area kampus.

“Awalnya banyak yang ragu karena belum terbiasa, namun setelah mencoba, sebagian besar menyatakan rasanya enak dan tidak jauh berbeda dari pangsit biasa,” tambahnya.

Melalui dukungan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2026, WoPang kini fokus memperluas jangkauan pasar dan menstabilkan produksi. Inovasi ini membuktikan bahwa riset di bangku perkuliahan peternakan dapat bertransformasi menjadi produk kuliner bernilai ekonomi tinggi yang menggugah selera. (MW)