Kumparan Logo
Konten Media Partner

11 Pasangan Nikah Bermahar 1 Tangki Air, Didonasikan ke Daerah Kekeringan di DIY

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu mempelai yang nikah bareng dengan mahar 1 tangki air bersih. Foto: Fortais
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu mempelai yang nikah bareng dengan mahar 1 tangki air bersih. Foto: Fortais

Sebanyak 11 pasangan menikah dalam acara Nikah Bareng Keren di Kantor Urusan Agama (KUA) Sewon, Bantul, Kamis (27/8). Setiap pasangan mendapat satu tangki air sebagai bagian dari mahar yang kemudian didonasikan untuk membantu warga terdampak kekeringan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Prosesi ijab kabul dilakukan secara bergantian di atas mobil tangki air di halaman KUA Sewon. Konsep tersebut merupakan bagian dari tema “Water for Life: Satu Cinta, Satu Indonesia” yang digelar Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais).

Ketua Fortais Indonesia Ryan Budi Nuryanto mengatakan konsep tersebut dibuat berbeda dari kegiatan nikah bareng sebelumnya. Selain memfasilitasi pernikahan, panitia memasukkan unsur sosial melalui mahar berupa air bersih.

“Karena tagline kali ini kepedulian terhadap bencana di NTT, Kalimantan, dan kekeringan, format nikah bareng kami buat tidak seperti biasanya. Panitia menyediakan mahar berupa seperangkat alat salat, cincin kawin, dan satu tangki air,” kata Ryan saat dihubungi Pandangan Jogja, Jumat (28/8).

Salah satu mempelai yang nikah bareng dengan mahar 1 tangki air bersih. Foto: Fortais

Tangki air diberikan kepada pengantin laki-laki sebagai bagian dari mahar dalam prosesi akad. Setelah akad selesai, pengantin perempuan mengikrarkan untuk menyedekahkan tangki tersebut melalui Palang Merah Indonesia (PMI) agar disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah kekeringan DIY.

“Setelah prosesi ijab kabul selesai, para pengantin perempuan satu per satu mengikrarkan dan menyedekahkan satu tangki air itu kepada PMI untuk diberikan kepada masyarakat di daerah kekeringan di DIY,” ujarnya.

Dari kegiatan tersebut, panitia mengumpulkan total sekitar 25 tangki air. Setiap tangki berkapasitas 5.000 liter sehingga total bantuan mencapai 125 ribu liter air bersih. Sebanyak 10 tangki disalurkan ke Gunungkidul, sedangkan 15 tangki lainnya disalurkan di Kabupaten Bantul.

Salah satu mempelai yang nikah bareng dengan mahar 1 tangki air bersih. Foto: Fortais

Selain bantuan air bersih, kegiatan tersebut juga membuka donasi bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan. Donasi dihimpun melalui PMI Bantul dengan mekanisme berbeda dari bantuan air bersih.

“Untuk bantuan bencana ke NTT dan Kalimantan, kontribusinya berupa donasi melalui PMI Bantul. Para pengantin dan tamu undangan bisa langsung scan dan mentransfer donasi,” ujarnya.

Ryan mengatakan distribusi air dilakukan setelah pengantin mengikrarkan donasi dalam prosesi pernikahan.

“Siang hari setelah prosesi akad nikah selesai, langsung disalurkan. Kalau belum ada pengikraran dari pengantin, kami tidak berani menyalurkannya,” katanya.

Salah satu mempelai yang nikah bareng dengan mahar 1 tangki air bersih. Foto: Fortais

Salah satu pasangan yang mengikuti prosesi tersebut adalah Agus Triansyah, 23, dan Ayuk Anita Sari, 27. Keduanya bertemu melalui program Golek Garwo dan mendaftarkan diri ke KUA hanya tiga hari setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami bahagia bisa menikah di momentum Agustusan dan sekaligus mendonasikan satu tangki air bersih untuk daerah kekeringan. Ini menjadi bentuk rasa syukur atas pernikahan kami dan semoga bisa membantu masyarakat yang sedang kesulitan air,” kata Agus.

Pasangan lainnya, Andreas Heriyanto, 44, dan Wiwit Murniati, 43, datang dari Bekasi, Jawa Barat. Keduanya mengaku harus mempersiapkan sejumlah persyaratan pernikahan dalam waktu singkat sebelum mengikuti akad.

“Tidak terbayang bisa menikah seunik ini dan gratis. Kami sempat pontang-panting mengurus persyaratan selama seminggu, tetapi akhirnya alhamdulillah sah,” ujar Andreas.