12 Jam dari Yogya, Penumpang Terpaksa Tunda Terbang ke Jepang Imbas Soetta Tutup

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026) Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026) Foto: Dok. Istimewa

Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penumpang harus mengubah rencana perjalanan mereka.

Salah satunya Aziz, penumpang asal Yogyakarta yang hendak terbang ke Jepang menggunakan Malaysia Airlines. Ia sedianya berangkat dari Soetta pada Minggu (6/9), namun jadwal penerbangannya beberapa kali berubah.

“Perubahan. Dari jam, sebenernya jam 4, terus ganti jam setengah 6. Terus diubah lagi dari jam 10. Nah dari jam 10 ganti lagi jadi jam 9 tiba-tiba,” kata Aziz saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soetta, Minggu (6/9).

Karena khawatir penerbangannya kembali berubah, Aziz memilih melakukan reschedule. Ia mendapat jadwal penerbangan baru pada 8 September pagi.

Aziz mengaku sebenarnya masih memiliki waktu cuti sehingga perubahan jadwal tersebut tidak terlalu mengganggu pekerjaannya di Jepang. Namun, ia tetap terkejut karena perubahan terjadi secara mendadak.

“Ya sebenernya itu karena saya masih dalam cuti ya,” katanya.

“Jadi aman sih, nggak ada urusan mendadak gitu, cuma ya kaget aja tiba-tiba. Tapi kan bencana kan jadi gimana lagi ya,” sambung Aziz.

Perjalanan Aziz juga cukup panjang. Ia sudah meninggalkan Yogyakarta sejak Sabtu (5/9) menggunakan travel dan tiba di Jakarta untuk melanjutkan perjalanan melalui Soetta.

“Iya, dari kemarin jam 1. Ini udah 12 jam ke sini,” katanya.

Karena harus menunda penerbangan hingga dua hari, Aziz juga harus memperpanjang masa tinggalnya di Jakarta. Ia bahkan masih mencari hotel dengan harga terjangkau.

“Iya makanya, udah capek terus udah ngantuk sampe bawah ambil koper lagi itu kan. Ambil sampe ngantuk-ngantuk,” ujarnya.

“Belum tahu (tidur di mana) sih ini, lagi nyari hotel ini. Masih mencari yang murah dulu. Nggak kuat harga di sini,” lanjut Aziz.

Suasana di area check in Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta yang ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Hal serupa dialami Rahman yang hendak terbang ke Kuala Lumpur menggunakan Malaysia Airlines. Ia melakukan perjalanan bersama seorang rekannya untuk mengikuti short course.

Rahman mengatakan informasi awal yang diterimanya adalah perubahan jadwal penerbangan dari pukul 09.00 WIB menjadi 11.00 WIB. Namun, setelah tiba di bandara, ia kembali mendapat informasi bahwa penerbangannya dibatalkan.

“Iya jadi tadi kita tuh awalnya dapat email. Email terus penerbangannya itu di-reschedule jam awalnya kita harus berangkat jam 9.00, di-reschedule jam 11.00. Nah habis itu nyampe sini ada email lagi katanya di-cancel, dan ternyata bener semuanya di-cancel karena Soetta (Soekarno-Hatta) ditutup sampai 9.30,” kata Rahman.

Saat ditemui di Terminal 3 Soetta, Rahman masih menunggu kepastian dari agen travel yang mengurus tiketnya.

“Iya lagi diurus untuk yang travel agent-nya, travel agent karena kami kan dipesankan lewat travel agent jadi lagi diurus untuk reschedule-nya,” ujarnya.

Ia mengatakan informasi mengenai penerbangan sore juga masih menunggu kepastian.

“Tapi tadi sih informasi yang penerbangan sore itu akan ada pengumuman pasti berangkat atau enggak itu jam 10.00. Jadi sangat dinamis sekali nih kayaknya,” kata Rahman.

Rahman menyebut pihak maskapai juga menyampaikan opsi pengembalian uang apabila penerbangan dibatalkan karena kondisi tersebut.

“Karena ini force majeure kalau pada dasarnya maskapai dia bilang akan fully refund sih mereka akan fully refund karena ini kan force majeure ya,” ujarnya.

Menurut Rahman, kondisi dampak erupsi juga terasa di tempat tinggalnya di kawasan Bintaro. Ia menyebut debu cukup tebal hingga membuat warga diminta menggunakan masker.

“Iya tadi di masjid juga pada rame juga jadi agak kotor kan, disuruh pakai masker pakai sajadah sendiri,” katanya.

Calon penumpang berada di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada Minggu (6/9). Penutupan ini diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB nanti.

Penutupan tersebut berdampak pada 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang. Sebanyak 20 penerbangan internasional dan empat penerbangan domestik dibatalkan, sementara satu penerbangan dialihkan.

Rute yang terdampak cukup banyak antara lain Makassar (UPG) dengan 16 pergerakan pesawat dan Singapura (SIN) dengan 11 pergerakan.