14 Gunung di Jatim Terbakar, Kemenhut: Biasanya Faktor Manusia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sebanyak 14 kawasan gunung di wilayah Jawa Timur mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Dyah Murtiningsih mengatakan sebagian kawasan yang terbakar diketahui merupakan kawasan konservasi.

"Seperti pada kebakaran besar yang lain, tentu saja kita pada semua kebakaran, kita selalu turun. Terutama adalah pengelola kawasan karena yang ada di tujuh gunung di Jawa Timur itu ada di kawasan konservasi sebagian. Dan kemudian perlu kita cek juga apakah itu ada di luar kawasan hutan atau bukan," kata ditemui di sela acara di kampus UGM, Sleman, DIY, Selasa (15/9).

Dyah mengatakan dalam penanganan kebakaran ini, pihaknya berkolaborasi dengan BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Peran masyarakat juga diperlukan untuk mengendalikan kebakaran gunung. Terlebih, biasanya kebakaran di gunung terjadi karena faktor manusia.

"Ya, kita harus dalami ya (penyebabnya), tetapi biasanya paling besar terjadinya kebakaran biasanya akan ada akibat manusia di sana. Ya, bisa macam-macam," ujar Dyah.

Terparah Gunung Bromo

Menurutnya, gunung yang paling parah terbakar adalah Gunung Bromo.

"Sementara kita harus cek dulu ya datanya. Tetapi kemarin kita melihat juga Bromo juga setelah yang di bulan Agustus itu terjadi kebakaran, kemarin terjadi kebakaran lagi. Ya, kita akan cek datanya. Kemungkinan di Bromo mungkin yang paling besar," ujarnya.

Di Bromo, Dyah mengatakan kebakaran terjadi di savana. Sehingga tidak diperlukan rehabilitasi atau penanaman kembali.

Kondisi vegetasi yang terdampak kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

"Untuk contoh misalkan terjadi di kawasan Bromo, Bromo itu kan savana. Nah, pada saat dia terjadi kebakaran, dia pada saat musim hujan, dia akan kembali pulih. Artinya tanpa dilakukan kegiatan untuk savana ya, tanpa dilakukan kegiatan penanaman, dia akan kembali menjadi hijau kembali," katanya.

Namun, untuk lokasi kebakaran lain perlu dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan. Selain itu, yang tidak kalah penting menurut Dyah adalah penegakan hukum.

"Penegakan hukumnya jalan dulu, kemudian kita juga akan mengembalikan hutan tersebut untuk kemudian kita lakukan rehabilitasi hutan dan lahan," ujarnya.

Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO

Berikut daftar gunung di Jawa Timur yang dilanda kebakaran periode 2026 atau musim kemarau ini:

1. Gunung Semeru

2. Gunung Arjuno-Welirang

3. Gunung Bromo

4. Gunung Buthak

5. Gunung Kawinajang

6. Gunung Wilis

7. Gunung Argopuro

8. Gunung Ijen

9. Gunung Raung

10. Gunung Pegat

11. Gunung Payaman

12. Gunung Gede Blitar

13. Gunung Ndangean

14. Gunung Lawu