2 Siswa SMP di Serpong Tewas Kecelakaan saat Dikejar Geng Pelajar Bawa Celurit

Polisi mengamankan tiga anak berkonflik dengan hukum (ABH) dalam kasus tewasnya dua pelajar SMP negeri akibat kecelakaan di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Kedua korban meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai menabrak pembatas jalan saat berusaha melarikan diri dari kejaran kelompok pelajar yang diduga membawa senjata tajam.
Kapolsek Serpong Kompol Suhardono mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Serpong, kelompok pelajar SMA swasta dari wilayah Ciledug, Kota Tangerang, diduga melakukan pengejaran terhadap korban dan mencari lawan secara acak.
“Dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Serpong, kami mengungkap adanya penyerangan yang dilakukan oleh kelompok pelajar SMA dari wilayah Ciledug, Tangerang Kota. Kelompok tersebut melakukan pengejaran terhadap korban dan mencari lawan secara acak. Apabila bertemu dengan kelompok lain, mereka akan melakukan penyerangan,” kata Suhardono.
Kedua korban diketahui berasal dari Kota Tangerang. Saat kejadian pada Jumat (9/10/2026), mereka sedang dalam perjalanan untuk bermain futsal sebelum bertemu dengan kelompok tersebut.
Dalam situasi itu, kedua korban diduga panik karena dikejar kelompok yang membawa senjata tajam. Mereka kemudian berusaha menyelamatkan diri menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah.
Motor yang dikendarai korban melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak pembatas jalan. Keduanya kemudian terjatuh ke arah trotoar dan mengenai tiang listrik. Kecelakaan tersebut menyebabkan kedua pelajar meninggal dunia.
Polisi mengamankan tiga ABH berinisial WPA (16), RAN (16), dan MMA (15), serta menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, yakni satu celurit besar berwarna merah, satu arit, satu golok, serta satu sepeda motor Honda PCX berwarna merah.
Suhardono menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas peristiwa tersebut.
“Kami dari pihak kepolisian menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, perkara tersebut akan ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
“Kami mengimbau kepada para orang tua dan pihak sekolah agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan para siswa. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Suhardono.
Sementara itu, kedua jenazah pelajar tersebut telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.
