3.067 Personel Gabungan Kawal Demo Ojol hingga Mahasiswa di Jakarta Pusat
·waktu baca 2 menit

Sebanyak 3.067 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengawal aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengemudi ojek online (ojol) hingga mahasiswa, yang digelar di sejumlah titik di Jakarta Pusat pada Kamis (21/5).
Massa aksi dijadwalkan berasal dari berbagai kelompok, termasuk Forum Komunikasi Ojol Tertindas serta sejumlah elemen lainnya yang akan menyampaikan aspirasi di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.
Adapun, di gedung DPR/MPR akan ada demo dari Gerakan Mahasiswa Peduli Demokrasi.
Untuk mengantisipasi jalannya aksi, aparat gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat menggelar apel kesiapan pengamanan sejak pukul 08.00 WIB di Silang Barat Daya Monas. Apel dipimpin Karorena Polda Metro Jaya, Kombes Pol Teguh Tri Sasongko.
Dalam arahannya, Teguh meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan profesional selama proses pengamanan demonstrasi berlangsung.
“Laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab, humanis, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan. Layani saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur,” ujar Teguh.
Ia juga mengingatkan personel agar menjaga soliditas dan tidak mudah terpancing provokasi saat mengawal aksi massa.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E. P. Hutagalung mengatakan ribuan personel telah disiapkan untuk memastikan seluruh rangkaian aksi berjalan aman dan tertib.
“Kami telah menyiapkan 3.067 personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa. Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan upaya persuasif,” kata Reynold.
Menurut Reynold, pengamanan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum sesuai aturan yang berlaku.
“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami juga mengimbau agar peserta aksi tetap tertib, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujarnya.
Rekayasa Lalu Lintas
Selain pengamanan massa aksi, polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.
“Arus lalu lintas di sekitar kawasan Monas akan diberlakukan pengalihan secara situasional. Kami mengimbau masyarakat yang akan melintas agar mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan,” jelas Reynold.
Polres Metro Jakarta Pusat memastikan pengamanan dilakukan hingga seluruh kegiatan selesai guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan adanya gangguan kamtibmas dapat segera menghubungi call center Polisi 110 yang siap melayani selama 24 jam,” tutupnya.
