3 Anggota Brimob di NTT Ditusuk Oknum TNI: Propam-Pomal Investigasi
·waktu baca 2 menit

Tiga anggota Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami luka tusuk dalam insiden yang diduga melibatkan sejumlah anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD) di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (11/6) dini hari WITA, usai acara misa syukuran pelantikan anggota Brimob.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan, acara pelantikan Bripda JGR awalnya berlangsung aman dan tertib. Namun, setelah kegiatan selesai, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang memicu ketegangan di antara sejumlah anggota yang hadir.
Akibat insiden tersebut, tiga personel Brimob terluka, yakni Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK. Ketiganya saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
Menyikapi kejadian itu, pimpinan kedua institusi langsung bergerak cepat. "Kepolisian dan TNI AD turun tangan menangani kasus penusukan tersebut," kata Henry.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono segera berkoordinasi untuk meredam situasi serta memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Bentuk Tim Gabungan
Untuk mengungkap fakta secara objektif dan transparan, kedua institusi sepakat membentuk tim gabungan.
Tim tersebut terdiri atas perwakilan Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) yang akan melakukan penyelidikan secara profesional terkait peristiwa tersebut.
Meski insiden itu terjadi, Henry menegaskan bahwa hubungan baik antara TNI dan Polri tetap terjaga.
"Kapolda dan Pangdam sepakat bahwa ini merupakan kesalahpahaman yang terjadi secara spontan. Hubungan persaudaraan dan sinergi TNI-Polri di NTT tetap kuat," tegas Henry.
"Kami akan menyelesaikan masalah ini secara bijaksana agar tidak mengganggu tugas utama dalam menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Polda NTT juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap tenang serta tidak mudah terpancing menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami memastikan situasi di Labuan Bajo aman dan kondusif," kata Henry.
