3 Bayi yang Dievakuasi dari Ortu Bidan Sleman Alami Kelainan Jantung-Hernia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan rumah orang tua seorang bidan yang diduga digunakan untuk mengasuh 11 bayi hasil di luar pernikahan di Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Senin (11/5/2026). Foto: Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan rumah orang tua seorang bidan yang diduga digunakan untuk mengasuh 11 bayi hasil di luar pernikahan di Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Senin (11/5/2026). Foto: Panji/kumparan

Polisi membeberkan kondisi tiga dari 11 bayi yang dievakuasi dari sebuah rumah orang tua bidan berinisial ORP di Pedukuhan Randu Wonokerso, Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, pada Jumat (8/5) lalu.

"Yang pertama kemarin penyakit jantung bawaan, (yang bayi kedua) sakit kuning, dan hernia. Namun, yang hernia dan kuning ini sekarang sudah dalam keadaan normal. Dan yang untuk jantung bawaan, mungkin nanti itu akan ada tindak lanjut lebih," kata Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, Senin (11/5).

Ketiga bayi tersebut saat ini masih mendapatkan perawatan di RSUD Sleman.

Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: oatawa/Shutterstock

Sementara itu dua bayi telah diambil orang tuanya. Lalu enam bayi sisanya dirawat di Dinas Sosial.

"Intinya kami di sini mengedepankan dulu keselamatan dan kesehatan terhadap bayi. Jangan sampai terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan, hal-hal yang mengganggu kesehatan serta pertumbuhannya," katanya.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan 11 bayi yang dievakuasi dari sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, adalah bayi hasil hubungan di luar nikah. Foto: Panji/kumparan

Bayi Berusia 1-10 Bulan

Sebelas bayi ini berusia sebulan hingga 10 bulan. Mereka berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

"Rentang umur bayinya paling tua itu 10 bulan, ya. Ada yang masih satu bulan. Dari satu bulan sampai 10 bulan, jadi rentang umurnya," katanya.

Hubungan di Luar Nikah

Orang tua bayi ini ada yang berstatus mahasiswi ada pula yang sudah bekerja. Mereka ada yang berasal dari luar DIY.

Bayi tersebut adalah bayi hasil hubungan di luar nikah yang dibantu persalinannya oleh bidan berinisial ORP yang membuka praktik di Gamping.

Ibu bayi menitipkan anaknya ke bidan ORP dengan biaya Rp 50 ribu per hari.

Lantaran di Gamping sedang ada hajatan, bayi dititipkan di rumah orang tua ORP di Pakem selama seminggu terakhir. Warga yang curiga atas banyaknya bayi di rumah tersebut kemudian melapor ke petugas.

Dari hasil pendalaman polisi, bidan ORP memiliki izin praktik, tetapi tidak punya izin penitipan anak.