3 Pengamen di Bekasi Bakar Pagar Rumah Warga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rekaman CCTV 3 pengamen membakar pagar rumah warga di Bekasi. Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rekaman CCTV 3 pengamen membakar pagar rumah warga di Bekasi. Dok Istimewa

Aksi tiga pria pengamen di kawasan Kampung Kemang, Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (24/6), memicu keresahan warga. Hal ini karena aksi mereka yang terekam CCTV membakar pagar rumah warga.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, tiga pria berjalan bersama menyusuri permukiman. Seorang membawa gitar kecil, sementara lainnya membawa alat musik menyerupai kendang dari paralon. Mereka kemudian berhenti di depan sebuah rumah berpagar hitam.

Saat berada di depan rumah itu, dua orang terlihat memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan di sekitar pagar. Tak lama kemudian, ketiganya meninggalkan lokasi. Beberapa detik setelah itu, api tampak menyala pada bagian penutup pagar yang berbahan plastik atau fiber.

Beruntung, kobaran api cepat diketahui oleh seorang warga yang melintas. Warga segera memperingatkan penghuni rumah sehingga api dapat dipadamkan sebelum merembet ke bangunan utama dan memicu kebakaran yang lebih besar.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, Iptu Gatot, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, hingga kini pemilik rumah diketahui belum membuat laporan resmi kepada kepolisian.

"Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap perkara ini," ujar Iptu Gatot, Kamis (25/6).

Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas para pelaku sekaligus memastikan motif di balik aksi pembakaran tersebut. Pelaku masih diburu.

"Motifnya belum diketahui," katanya.

Polisi kini mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk rekaman CCTV yang memperlihatkan seluruh rangkaian kejadian. Rekaman itu menjadi petunjuk penting untuk mengidentifikasi ketiga pria yang diduga terlibat.