36 Instansi Pemda DIY Ikuti Lomba Paduan Suara, Berlatih di Sela Kerja

Sebanyak 36 instansi di lingkungan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mengikuti Lomba Paduan Suara KORPRI Antarperangkat Daerah di Taman Budaya Yogyakarta, Senin (31/8/2026). Bagi peserta, tantangan lomba bukan hanya tampil di panggung, tetapi juga membagi waktu latihan dengan pekerjaan sehari-hari.
Setiap instansi membawakan Mars KORPRI dan satu lagu daerah Indonesia. Waktu persiapan sejumlah peserta juga relatif singkat karena latihan dilakukan di sela rutinitas pekerjaan.
Peserta dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Brilian dan Herlina, mengatakan mereka hanya memiliki waktu tiga hari untuk berlatih. Latihan dilakukan setelah bekerja sekitar satu hingga dua jam.
“Persiapannya itu sangat singkat. Karena kita hanya tiga hari saja persiapan untuk tampil di sini hari ini,” ujar Herlina.
Keterbatasan waktu membuat peserta harus menjaga koordinasi agar tetap kompak saat tampil. Herlina mengatakan rasa gugup tetap muncul karena mereka sehari-hari lebih banyak bekerja di balik meja.
“Cukup deg-degan sekali, bahkan tangannya sedikit dingin dan gemetar tadi. Tapi kita tetap harus yakin bahwa kita bisa kompak dengan persiapan yang sangat singkat,” katanya.
Hal serupa dirasakan Yusuf Suryoputro dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY. Sehari-hari, Yusuf bertugas sebagai petugas lapangan di wilayah Gunungkidul sehingga tampil di panggung menjadi pengalaman yang berbeda.
“Kalau saya biasanya petugas lapangan, Mas. Daerah wilayah saya di Gunungkidul. Jadi disuruh panggung masih agak kaku dan menyesuaikan, tapi sangat senang dan bangga, selain bisa mewakili dinas kami,” ujar Yusuf.
Ketua Dewan Pengurus KORPRI DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan proses membangun kekompakan dalam paduan suara dapat menjadi gambaran bagaimana aparatur bekerja dalam organisasi. Menurutnya, meski setiap individu memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda, seluruhnya perlu menyelaraskan langkah untuk mencapai tujuan bersama.
“Setiap individu memiliki tugas, fungsi, dan tanggung jawab yang berbeda. Namun, seluruhnya harus mampu bersinergi dan menyelaraskan langkah untuk mewujudkan tujuan bersama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” kata Ni Made.
Ketua Bidang Kerohanian, Olahraga, Seni, dan Budaya KORPRI DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi aparatur dari berbagai perangkat daerah untuk bertemu dan membangun kebersamaan.
“Lomba Paduan Suara KORPRI Daerah Istimewa Yogyakarta ini sebenarnya tidak murni berkompetisi. Kami lebih memaknai ini sebagai satu srawung bersama, silaturahmi bersama, karena terbiasa masing-masing bekerja sendiri-sendiri, jarang ketemu,” kata Dian.
Menurut Dian, proses mempersiapkan penampilan bersama menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Peserta yang sehari-hari bekerja di unit berbeda harus berlatih, berkoordinasi, dan tampil sebagai satu kelompok.
“Makna yang kita ingin tampilkan adalah kebersamaan, kepedulian, dan komitmen untuk saling bersanding, saling mendukung. Itu menjadi lebih penting daripada sekadar menjadi pemenang secara kualitas,” ujarnya.
Dengan 36 instansi yang terlibat, lomba tersebut mempertemukan aparatur dari berbagai perangkat daerah dalam satu kegiatan bersama. Bagi peserta, proses latihan di tengah pekerjaan menjadi bagian dari upaya membangun kekompakan di luar rutinitas kerja.
