Kumparan Logo
Konten Media Partner

7 Lukisan Terjual, Mbah Kibar Akhirnya Bisa Lunasi Utang Rp400 Juta ke Bank

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suhardiyono alias Kibat, seniman asal Bantul yang membayar utang keluarga Rp400 juta dengan menjual karya lukisannya lewat media sosial. Foto: Pandangan Jogja/Yusuf Hasyim
zoom-in-whitePerbesar
Suhardiyono alias Kibat, seniman asal Bantul yang membayar utang keluarga Rp400 juta dengan menjual karya lukisannya lewat media sosial. Foto: Pandangan Jogja/Yusuf Hasyim

Lukisan karya seniman asal Bantul, Suhardiyono atau Mbah Kibar (76), yang sebelumnya dijual lewat media sosial untuk melunasi utang, kini telah terjual sebanyak tujuh unit.

Dari penjualan tersebut, Mbah Kibar sudah berhasil melunasi utang keluarganya di bank sebesar Rp400 juta.

Kabar pelunasan utang ini dikonfirmasi oleh pendamping Mbah Kibar, Atsir Mahatma Adam. Mbah Kibar juga tampak berfoto bersama petugas bank sambil memegang sertifikat tanah yang telah kembali.

“Sudah lunas (utang di bank). Total yang terjual ada 7 lukisan,” kata Adam dihubungi Pandangan Jogja, Rabu (29/4).

Suhardiyono "Kibar" menerima kembali sertifikat tanahnya setelah melunasi utang keluarga Rp400 juta ke bank. Foto: Dok. Istimewa

Adam menyebut lukisan yang terjual terdiri dari karya bergambar Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Titiek Soeharto, Bunda Theresa, Nanda & Cappucino, serta 8 Kuda Binal. Tiga dari tujuh lukisan yang terjual merupakan lukisan bergambar Prabowo.

Sebelumnya, Mbah Kibar sempat menjadi perhatian publik setelah menjual karya lukisnya melalui media sosial untuk melunasi utang sebesar Rp400 juta di bank.

Lukisan "Gibran" karya Suhardiyono yang laku terjual. Foto: Pandangan Jogja/Yusuf Hasyim

Utang tersebut jatuh tempo pada akhir April. Jika tidak dilunasi, agunan berupa tanah warisan turun-temurun terancam disita.

Ia menyatakan mengandalkan penjualan lukisan tanpa meminta belas kasihan publik. Ditemui Pandangan Jogja pada 14 April lalu, ia menyebut sisa hidupnya akan dihabiskan untuk melukis.

“Sisa hidup saya untuk melukis. Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belangnya. Makanya saya harus meninggalkan itu,” kata Mbah Kibar ditemui Pandangan Jogja, 14 April lalu.