7 Teman SMA Jokowi Siap Jadi Saksi Sidang dr Tifa dan Roy Suryo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Teman-teman seangkatan Presiden ke-7 RI Jokowi di SMAN 6 Solo, saat ditemui di Solo, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Teman-teman seangkatan Presiden ke-7 RI Jokowi di SMAN 6 Solo, saat ditemui di Solo, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. kumparan

Tujuh teman seangkatan Presiden ke-7 RI Jokowi di SMAN 6 Solo siap apabila diminta menjadi saksi dalam sidang kasus fitnah ijazah palsu dengan terdakwa dr Tifa dan Roy Suryo.

Salah seorang teman SMAN 6 Solo, Ria Tri Rasmani, mengatakan teman SMAN 6 Solo, telah siap apabila diminta jadi saksi sidang Tifa dan Roy Suryo.

“Kami teman SMAN 6 Solo besok (nanti) jadi saksi sidang Tifa dan Roy Suryo. Kan ini menunggu eksepsi Tifa dan sebagainya. Menunggu progres,” ujar Ria usai bertemu Jokowi di Solo, Jumat (25/9).

Dia mengaku sebelumnya juga pernah memberikan kesaksian yang tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Polda Metro Jaya di Polresta Surakarta pada 25 Juli 2025.

Selain itu, ia juga pernah menjadi saksi kasus yang sama dengan terdakwa Bambang Tri di Pengadilan Negeri Surakarta.

“Ya harus siap dong (jadi saksi). Harus siap. Kita berkontribusi saja buat beliau (Jokowi) karena memang kita temannya SMA,” ucapnya.

Teman Jokowi lainnya, Bambang Surojo, mengaku kedatangannya menemui Jokowi untuk bersilaturahmi.

“Kami teman SMAN 6 Solo Jokowi sowan menengok kesehatan beliau dan apa yang akan dikerjakan beliau bersama teman-teman,” kata Bambang.

Mantan Wali Kota Solo itu, kata dia, juga berpesan agar tidak menanggapi berita yang tidak karuan. Karena itu akan menambah runyamnya masalah.

“Jadi Jokowi berpesan biar saja mereka (Roy Suryo dan Tifa) ngomong apa pun, tetapi kita tidak usah tanggapi. Karena kebenaran akan muncul setelah putus pengadilan,” ucap dia.

Ditanya kapan berangkat ke PN Jakarta, dia menegaskan hal itu bukan kewenangannya. Namun demikian, jika ada surat panggilan, pihaknya siap.

“Itu bukan kapasitas kami. Misalnya kami dipanggil ada surat panggilan, kami siap untuk hadir. Semua siap. Total ada tujuh orang dan satu eks kepsek,” pungkasnya.