8 Dokter Spesialis Dikerahkan Bantu Anak Korban Daycare Little Aresha Yogya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat di daycare Pelangi Anak Negeri, Yogyakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat di daycare Pelangi Anak Negeri, Yogyakarta, Rabu (29/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya meminta bantuan ke delapan dokter spesialis tumbuh kembang anak dari RSUP Dr Sardjito. Termasuk, dua orang profesor.

"Saya belum menghitung jumlahnya, tapi saya kira butuh sekitar delapan ahli tumbuh kembang, ya. Ada Prof. Mei Neni (Mei Neni Sitaresmi) itu kemudian yang seniornya, kemudian ada Prof. Retno Sutomo, begitu. Dua profesor ini yang saya ingin akses, ya," kata Hasto ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (30/4).

Hasto mengaku sudah berdiskusi dengan Profesor Mei Neni.

"Saya dengan Prof. Retno Sutomo, kita belum diskusi, tapi Prof. Retno Sutomo hari ini juga sudah nge-zoom dengan Dinas Kesehatan," katanya.

Para dokter spesialis ini akan mendampingi anak-anak korban Little Aresha yang kini diasuh di daycare-daycare sekitar yang terjamin keamanan dan kenyamanannya.

Rumah kontrakan yang digunakan sebagai Daycare Little Aresha Yogyakarta di Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta dicorat-coret orang tak dikenal (OTK). Foto: Panji/kumparan

Hasto merasa perlu mengerahkan dokter spesialis karena banyaknya keluhan orang tua korban Little Aresha yang merasa perkembangan anaknya stagnan.

"Kemarin saya mengunjungi ke TPA-TPA itu, kan, kenyataannya banyak yang harus di-inklusi-kan anak-anak itu. Artinya ada anak berkebutuhan khusus, banyak yang berkebutuhan khusus dari asesmen yang ada," katanya.

Bantuan dari RSUP Dr Sardjito diperlukan karena Hasto butuh spesialis di bidang tumbuh kembang.

"Kalau yang ada di rumah sakit-rumah sakit di kota, kan belum mesti ahli tumbuh kembang, dokter anak. Maka saya juga ingin membagi habis anak-anak itu kepada dokter ahli tumbuh kembang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, terdapat 53 anak yang jadi korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha. Mereka semua berusia di bawah 2 tahun.

Polisi telah menetapkan 13 tersangka termasuk ketua yayasan dan kepala sekolah. Mereka terancam 5 sampai 10 tahun penjara.