8 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditemukan Selamat, 1 Sempat Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR gabungan saat mencari 1 dari 8 pendaki ilegal di Gunung Semeru, Jawa Timur. Foto: Basarnas Surabaya
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR gabungan saat mencari 1 dari 8 pendaki ilegal di Gunung Semeru, Jawa Timur. Foto: Basarnas Surabaya

Sebanyak delapan orang nekat melakukan pendakian ilegal ke Gunung Semeru, Jawa Timur, di tengah penutupan kawasan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta aktivitas erupsi sejak 26 Agustus 2026. Salah satu dari mereka sempat dilaporkan hilang.

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Bambang Suriyono, mengatakan satu dari delapan pendaki tersebut telah ditemukan pada Rabu (9/9/2026) pagi. Seluruh pendaki sempat diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

“Sudah ketemu semua (delapan orang),” kata Bambang kepada kumparan, Rabu (9/9/2026).

Tim SAR gabungan saat mencari 1 dari 8 pendaki ilegal di Gunung Semeru, Jawa Timur. Foto: Basarnas Surabaya

Bambang menuturkan, rombongan tersebut melakukan pendakian secara ilegal melalui jalur Candi Jawar, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Senin (7/9/2026).

“Kemungkinan Senin dini hari (melakukan pendakian) melalui Ampelgading,” ujarnya.

Akibat tindakan tersebut, kedelapan pendaki kini masuk daftar hitam dan tidak diperbolehkan melakukan pendakian di Gunung Semeru. Pihak TNBTS juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut secara hukum.

Blacklist sudah pasti. Kami juga koordinasi dengan kepolisian. Yang jelas kami serahkan ke pihak kepolisian,” ucap Bambang.

Sementara itu, tim SAR gabungan sebelumnya melakukan pencarian terhadap salah satu pendaki yang sempat hilang, yakni Muhammad Isa Daus Wasa (20), warga Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Isa dilaporkan hilang pada Selasa (8/9/2026). Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan informasi mengenai keberadaan Isa diperoleh dari ayahnya. Isa disebut berada di sekitar Puncak Limpak pada koordinat 8°06'21.24" LS dan 112°54'33.60" BT.

“Sebanyak dua SRU dikerahkan menuju lokasi. Pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Malang Raya, BPBD Kabupaten Malang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Bolang Rescue, Gimbal Alas, serta warga sekitar,” ujar Nanang.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam 45 menit, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Isa di wilayah Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

“Setelah beristirahat, makan, dan minum untuk memulihkan tenaga, Isa kemudian dievakuasi turun bersama tim menuju posko SAR gabungan,” ucapnya.