Abu Vulkanik Anak Krakatau Terasa, Bakauheni-Merak Masih Normal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KMP Kumala bersiap bersandar di dermaga satu Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (30/4/2022). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
KMP Kumala bersiap bersandar di dermaga satu Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (30/4/2022). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto

Aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Pelabuhan Merak, Banten, masih berjalan normal meski dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai dirasakan di sekitar Bakauheni.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, mengatakan operasional penyeberangan masih berjalan seperti biasa dengan 28 kapal yang melayani lintasan Bakauheni-Merak.

“Sampai saat ini pelayanan ASDP masih berjalan normal dengan 28 kapal,” kata Suratno kepada wartawan, Minggu (6/9).

Menurutnya, kondisi di Pelabuhan ASDP maupun Pelabuhan BBJ hingga kini belum mengalami gangguan akibat abu vulkanik. Debu memang mulai dirasakan di wilayah Bakauheni, tetapi belum memengaruhi pergerakan kapal.

“Untuk penyeberangan di Pelabuhan ASDP dan Pelabuhan BBJ masih normal, belum terganggu. Dampak debu juga terjadi di Bakauheni, namun belum mengganggu gerakan kapal,” ujarnya.

Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Suratno memastikan kondisi penyeberangan sejak sehari sebelumnya hingga dini hari masih aman dan lancar. Aktivitas pelayaran hingga sekitar pukul 00.10 WIB juga masih berlangsung normal.

“Sejak kemarin juga penyeberangan masih normal. Sampai tadi malam jam 00.00 WIB aman dan lancar. Dan 00.10 WIB masih aman pelayaran,” katanya.

Ia menyebut, jarak Gunung Anak Krakatau dengan wilayah Bakauheni sekitar 22 mil laut. Meski demikian, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu keselamatan maupun operasional pelayaran.

“Karena jarak lokasi gunung anak Krakatau ke Bakauheni lebih kurang 22Nm,” pungkasnya.