Ada Daratan Baru di Kaki Anak Krakatau? Ini Penjelasan BMKG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Anak Krakatau saat mengalami erupsi terlihat dari Selat Sunda, Minggu (16/8/2026). Foto: Anggi Kusumadewi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Anak Krakatau saat mengalami erupsi terlihat dari Selat Sunda, Minggu (16/8/2026). Foto: Anggi Kusumadewi/kumparan

Beredar di media sosial video yang memperlihatkan kondisi Gunung Anak Krakatau. Di bagian bawahnya, tampak kaki gunung tersebut disebut seperti memiliki daratan baru.

Pelaksana harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan aktivitas erupsi memang dapat menghasilkan material vulkanik, termasuk lava dan material guguran. Material tersebut, kata Ida, secara bertahap dapat memengaruhi atau mengubah morfologi tubuh Gunung Anak Krakatau.

“Akan tetapi, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti terbentuk dataran baru yang luas,” terang Ida saat dihubungi kumparan, Kamis (10/9).

Menurut Ida, untuk memastikan apakah telah terbentuk daratan baru akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, diperlukan pengamatan terhadap morfologi gunung api.

“Untuk menyatakan telah terbentuk daratan baru akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, diperlukan verifikasi berdasarkan hasil pengamatan dan pemantauan morfologi gunung api,” ujarnya.

Berdasarkan informasi resmi PVMBG/Badan Geologi yang tersedia, Ida mengatakan belum terdapat pernyataan resmi yang mengkonfirmasi terbentuknya daratan baru yang luas di sekitar Gunung Anak Krakatau.