Adik Ungkap Pesan Kakak ABK saat KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar: Doakan Selamat

Seorang anak buah kapal (ABK) KM Mutiara Sentosa 2, Fredrik Joko Budiyanto Rumbiak, sempat mengirimkan video kondisi kapal yang terbakar kepada adiknya sebelum akhirnya kehilangan kontak.
Adik Fredrik, Sevira Desi, mengatakan pesan terakhir dari sang kakak diterimanya sekitar pukul 07.00 WIB pada Minggu (2/8). Dalam pesan tersebut, Fredrik meminta keluarganya mendoakan agar dirinya selamat dari musibah yang terjadi.
“Kakak saya kirim video bahwa kapal tempat dia bekerja terbakar (KM Mutiara Sentosa 2) dan minta tolong didoakan agar dia selamat. Itu kabar terakhir dari kakak saya,” kata Sevira kepada kumparan, Minggu (2/8).
Sevira mengatakan, setelah mengirimkan video tersebut, komunikasi dengan sang kakak langsung terputus. Hingga Minggu sore, seluruh pesan yang dikirimkan kepada Fredrik masih belum tersampaikan.
“Setelah itu langsung centang satu sampai saat ini. Belum ada chat lagi dari kakak saya,” ujarnya.
Karena tak kunjung mendapat kabar, Sevira mengaku terus memantau perkembangan proses evakuasi melalui siaran langsung AMPM kumparan di TikTok.
“Maka dari itu saya langsung lihat media kumparan yang lagi live di TikTok,” katanya.
Ia juga mengaku hingga kini belum menerima informasi terbaru, baik dari kakaknya maupun dari tim SAR yang menangani proses evakuasi.
“Dari pagi sampai sekarang belum ada informasi terbaru dari kakak saya maupun dari tim SAR,” ucap Sevira.
Sebelumnya, KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya-Makasar terbakar di perairan Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8).
Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy mengatakan proses evakuasi masih terus berlangsung. Berdasarkan laporan terakhir yang diterima, para penumpang dievakuasi menggunakan TB Hasnur sebelum dipindahkan ke Kapal Meratus Project 3.
Tim SAR bersama sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi masih melakukan proses evakuasi terhadap penumpang dan awak kapal.
Kapal itu membawa 250 orang. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan berdasarkan pembaruan data hingga pukul 15.15 WIB, sebanyak 218 penumpang berhasil diselamatkan, sementara empat orang dinyatakan meninggal dunia.
"Update saat ini, hingga pukul 15.15 WIB, total korban terevakuasi selamat sebanyak 218 orang dan meninggal dunia sebanyak 4 orang," kata Nanang kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).
