AHY Susuri Kampung Mrican yang Dulu Kumuh Kini Asri: Contoh Buat Permukiman Lain

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rombongan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyusuri kampung Mrican, Kalurahan Caturtunggal hingga ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kalurahan Condongcatur, di Kapanewon Depok, Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rombongan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyusuri kampung Mrican, Kalurahan Caturtunggal hingga ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kalurahan Condongcatur, di Kapanewon Depok, Sleman. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berjalan sekitar 1,5 kilometer menyusuri kampung Mrican, Kalurahan Caturtunggal hingga ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kalurahan Condongcatur, di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat (24/4).

AHY langsung meninjau Ruang Terbuka Publik (RTP) Gatotkaca di Kampung Mrican begitu turun dari mobil. Dahulu kampung ini merupakan kampung kumuh, kini kampung tersebut telah tertata dan asri.

Kemudian AHY berjalan kaki menyusuri jalanan kampung yang berada di pinggir Sungai Gajah Wong. Sesekali dia menyempatkan diri menyapa warga dan menilik produk olahan warga dari makanan hingga eco-enzyme.

AHY melalui jembatan kecil menyeberang Sungai Gajah Wong menuju TPST Condongcatur.

"Sudah sekian lama saya meniatkan, merencanakan untuk datang secara langsung di Mrican ini untuk melihat secara langsung penataan kawasan yang sebelumnya adalah permukiman kumuh. Kemudian bisa dikatakan disulap, direvitalisasi dengan kerja keras yang dilakukan oleh teman-teman dari jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ketika itu, PUPR," kata AHY usai tinjauan.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuju lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kalurahan Condongcatur, di Kapanewon Depok, Sleman, Jumat (24/4). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

AHY mengatakan, di area kurang lebih 5 hektare ini, tadinya adalah permukiman kumuh yang berisi tumpukan sampah dengan bau yang menyengat.

"Tapi kini jauh lebih tertata, asri, rapi dan sungainya pun bisa mengalir dan tidak tercium, bau yang tidak menyenangkan," katanya.

Tadinya, rumah warga ini mepet dengan sungai. Seringkali rumah warga juga kena banjir. Kemudian diterapkan metode baru untuk menanggulanginya.

"(Rumah warga) dimundurkan dengan metodologi 3M Mundur, Munggah (naik), Menghadap ke kali, jadi bisa dikatakan riverfront, menghadap ke sungai atau ke kali," katanya.

"Dengan demikian jauh lebih tertata dan sehat ada sirkulasi udara sehingga kita sekarang bisa menyusuri pinggir Kali dengan nyaman dan aman. Dan tentunya ini sangat baik untuk kehidupan masyarakat, kualitas hidup akan lebih meningkat terutama bagi anak-anak kita yang tumbuh, membutuhkan ruang yang lebih terbuka, lebih lega agar lebih baik untuk semuanya," ujarnya.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuju lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Kalurahan Condongcatur, di Kapanewon Depok, Sleman, Jumat (24/4). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Puji TPST Condongcatur

AHY dalam kesempatan tersebut juga tak luput memuji TPST Condongcatur yang mampu mengolah 10 ton sampah tiap harinya.

"Ada delapan orang yang bekerja setiap saat pagi sehingga soreuntuk memilah dan mengonversi sampah yang kurang lebih delapan hingga 10 ton setiap harinya menjadi RDF. Kemudian juga ada yang menjadi pupuk. Dan ini bisa kembali digunakan untuk keperluan-keperluan masyarakat yang ada di sekitar Mrican maupun di tempat yang lainnya," katanya.

Kampung Mrican Jadi Percontohan

AHY mengatakan Kampung Mrican bisa jadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

"Bahkan ini bisa menjadi salah satu model yang baik ya untuk diterapkan di kota-kota padat penduduk lainnya, tempat-tempat kumuh lainnya, bukan hanya di Sleman tapi juga di tempat-tempat yang lain seluruh Indonesia," katanya.

Pengembangan Kampung Mrican ini menelan biaya Rp 29 miliar. Anggaran bisa dioptimalkan dengan baik menurut AHY.

"Karena sesuai juga arahan dan direktif Bapak Presiden Prabowo Subianto, salah satu yang harus kita kawal bersama-sama adalah gerakan Indonesia asri, aman, sehat, resik dan indah," tegasnya.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, berjalan sekitar 1,5 kilometer menyusuri kampung Mrican, Kalurahan Caturtunggal hingga ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kalurahan Condongcatur, di Kapa. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Pengembangan Lebih Lanjut

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan program penataan kampung kumuh ini akan diteruskan hingga ke kampung-kampung sekitar Jalan Solo.

"Masih banyak, lebih panjang yang kurang. Masih 2 segmen, (segmen) 2 dan 3," katanya.

Segmen 2 seluas 9,16 hektare. Sementara segmen 3 seluas 6,42 hektare.