AHY Tegaskan Demokrat Dukung Pemerintah: Kami Kawal Juga Kepentingan Rakyat

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan posisi partainya di dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY memastikan Demokrat tidak sekadar menjadi penonton, melainkan siap terjun langsung menyukseskan program-program kerakyatan sekaligus mendukung upaya pemberantasan korupsi.
Komitmen tersebut disampaikan AHY dalam pidato politik pada perayaan puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (9/9). Acara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
AHY menyatakan, status Demokrat sebagai bagian dari pemerintahan menuntut peran aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan bangsa.
“Sebagai bagian dari pemerintahan, Demokrat tidak ingin hanya berdiri di pinggir lapangan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Kami tidak hanya ingin menunjuk masalah, tetapi kami ingin turut bekerja menyelesaikannya,” tegas AHY di hadapan ribuan kader.
Ia mengatakan, Demokrat akan terus mengawal implementasi agenda strategis pemerintah yang bersentuhan langsung dengan pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Karena itu, kami juga terus mengawal dan ingin turut memastikan berbagai program pemerintah untuk menjawab kebutuhan rakyat, khususnya membantu menurunkan kemiskinan dan ketimpangan,” ujar AHY.
“Di antaranya program pembangunan jalan daerah, jembatan, jaringan irigasi, dan sanitasi masyarakat, makan bergizi gratis, kampung nelayan Merah Putih, koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, serta program rumah layak huni yang terjangkau,” lanjutnya merinci.
Di sektor pendidikan, AHY menegaskan komitmen partainya untuk mendukung perluasan akses dan pembenahan fasilitas belajar bagi seluruh anak bangsa.
“Selain itu, setiap anak harus memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu, kami mendukung penuh program Sekolah Rakyat serta revitalisasi sekolah, pondok pesantren, dan madrasah, digitalisasi pendidikan. Dan pesan kuatnya adalah keadaan ekonomi keluarga tidak boleh membatasi masa depan seorang anak di mana pun ia berada,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut.
Tak hanya pembangunan fisik dan program sosial, AHY juga menegaskan dukungan Demokrat terhadap agenda penegakan hukum, khususnya komitmen Prabowo dalam memberantas korupsi dan menutup kebocoran anggaran negara.
“Kami juga mendukung penuh tekad Bapak Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi serta menutup kebocoran kekayaan negara dan memastikan kekayaan Indonesia benar-benar dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tegas AHY.
“Karena semakin baik tata kelola pemerintahan, maka semakin kuat pula kepercayaan rakyat kepada negara,” pungkasnya.
Loyal kepada Pemerintah, Tetap Setia kepada Rakyat
Usai acara, AHY merespons pujian Prabowo terhadap pidato politiknya. Menurut AHY, berada di dalam pemerintahan tidak berarti Demokrat kehilangan daya kritis dan mengabaikan suara konstituen di daerah.
“Tadi ada kalimat yang saya sampaikan dalam sambutan, loyal kepada pemerintah atau kepada pemimpin tidak harus bertentangan dengan setia kepada rakyat,” ujar AHY.
Ia menambahkan, mendengarkan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun demokrasi yang matang sekaligus menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran.
“Justru dengan terus mendengarkan aspirasi masyarakat di berbagai daerah, dan kita tahu itu adalah bagian penting dari bukan hanya membangun demokrasi yang matang, tetapi juga menghadirkan kebijakan-kebijakan yang terus berpihak pada rakyat dan kita kawal semua itu sebaik mungkin,” lanjutnya.
AHY menegaskan Demokrat akan mengawal agenda strategis nasional dari hulu hingga hilir, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan di lapangan.
“Artinya, kita ingin memastikan semua tepat sasaran, tidak terjadi pelanggaran atau penyalahgunaan kewenangan atau anggaran, termasuk juga senantiasa memperbaiki tata kelola pemerintahannya,” tutur AHY.
Menurut AHY, langkah pengawasan tersebut sejalan dengan arahan Prabowo yang kerap menekankan efisiensi anggaran dan penyelamatan aset negara.
“Dalam setiap kesempatan beliau mengatakan, kita harus mencegah kebocoran, kita harus memastikan setiap rupiah itu kembali untuk kemakmuran rakyat,” tegasnya.
Tetap Bersahabat dalam Kompetisi Politik
AHY juga menyinggung pentingnya menjaga persahabatan di tengah dinamika dan kompetisi politik. Ia menilai rivalitas dalam kontestasi pemilu merupakan hal lumrah, tetapi kepentingan bangsa tetap berada di atas kepentingan politik.
“Kompetisi sengit karena semua ingin menang. Tapi benar, tadi saya menyerukan, mari kita pada saatnya untuk Merah Putih ya kita bersama-sama,” kata AHY.
AHY mengulas perjalanan Demokrat yang pernah memimpin pemerintahan selama dua periode di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemudian berada di luar pemerintahan selama 10 tahun.
Kini, setelah kembali berada di pemerintahan bersama Prabowo, AHY mengatakan Demokrat ingin berkontribusi sebagai bagian dari solusi.
“Kini Demokrat yang setelah 10 tahun berada di luar pemerintahan, kembali di pemerintahan bersama Presiden Prabowo Subianto. Tekad kami adalah turut menjadi bagian dari solusi, ingin memastikan bahwa pemerintahan juga bisa sukses menjalankan berbagai amanah rakyat,” pungkasnya.
Respons Prabowo
Dalam acara yang sama, Prabowo memuji pidato AHY yang disebutnya sangat baik, lengkap, sistematis, dan tegas.
“Jadi saudara-saudara sekalian. Hari ini kehormatan besar bagi saya. Yang kedua tadi pidato ketum saudara luar biasa, sangat baik sangat lengkap dan anda tahu ya kalau saya ini kan tidak pakai teks ya, saya bicara dari hati saya,” kata Prabowo.
“Pidato beliau sistematis dan pidato beliau tegas,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung penilaian sejumlah kalangan yang menganggap pidato AHY beberapa hari sebelumnya sebagai kritik tajam. Menurutnya, kritik dan koreksi merupakan bagian yang harus diterima dalam demokrasi.
“Memang kemarin itu ada kalangan yang menilai pidato pak AHY beberapa hari yang lalu katanya adalah kritik tajam, tapi saudara-saudara memang bangsa yang besar yang sudah milih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi,” tandas dia.
