Aljazair Putuskan Hubungan Diplomatik dengan UEA, Alasan Dirahasiakan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune memberikan keterangan dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman di Kantor Kanselir, Berlin, Jerman, Kamis (16/7/2026). Foto: John Macdougall/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune memberikan keterangan dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman di Kantor Kanselir, Berlin, Jerman, Kamis (16/7/2026). Foto: John Macdougall/AFP

Aljazair memutuskan hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab pada Kamis (10/9). Pemerintah Aljazair menyebut mereka sudah melakukan berbagai cara untuk mempertahankan hubungan diplomatik sebelum memutuskan untuk mengakhirinya.

Keputusan itu disampaikan kantor berita negara di Afrika Utara tersebut. Meski demikian, Pemerintah Aljazair belum memberikan keterangan resmi soal alasan di balik pemutusan hubungan diplomatik tersebut.

Kementerian Luar Negeri UEA juga belum berkomentar terkait langkah Aljazair, demikian dikutip dari Reuters.

Beberapa waktu belakangan, media pemerintah Aljazair kerap melontarkan kritik tajam kepada UEA. Mereka menuduh UEA bertindak untuk menumbuhkan perselisihan di kawasan regional.

Pada tahun lalu, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune mengatakan hubungan negaranya dengan negara-negara Teluk berlangsung hangat. Namun, hal itu tidak berlaku bagi satu negara.

Ia lalu menyebut Arab Saudi, Kuwait, Oman, dan Qatar sebagai saudara. Kemudian, dia menuduh ada satu negara di Timur Tengah yang mencoba mengintervensi urusan dalam negeri Aljazair untuk menciptakan destabilisasi.

Eskalasi hubungan Aljazair dan UEA meningkat pada Februari 2026. Saat itu, Aljazair membatalkan kesepakatan layanan udara dengan UEA yang diteken pada Mei 2013.