Altruisme dan Empati, Perspektif Filsafat, Sains, dan Agama (End)

Dimitri Mahayana:Dosen Filsafat Sains S3 di STEI ITB.Pakar ICT lulusan Waseda University, Jepang & founder konsultan ICT Sharing Vision, Bandung.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Filsafat Sains Dimitri Mahayana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagian Empat
Epilog Modern — Rachel Corrie, 2003
Ketika Sisi Terang Kemanusiaan Berhadapan dengan Kekerasan Sistem
Kisah keluarga 'Ali adalah kisah tentang kebaikan yang diberkati. Namun tidak semua kisah altruisme berakhir dengan turunnya wahyu. Ada kisah-kisah lain yang berakhir dengan darah dan air mata, namun tetap menyimpan cahaya yang terang dan indah.
Rachel Aliene Corrie lahir di Olympia, Washington, 10 April 1979. Ia adalah seorang pemudi pegiat perdamaian dari Amerika Serikat yang dikenal sebagai aktivis International Solidarity Movement (ISM), sebuah gerakan solidaritas internasional untuk Palestina.
Pada tahun 2003, Rachel datang ke Gaza sebagai bagian dari tugas kuliahnya untuk menghubungkan kota kelahirannya dengan Rafah dalam sebuah proyek kota kembar. Di sana, ia terlibat dengan rekan-rekannya dalam upaya non-kekerasan untuk mencegah penghancuran rumah-rumah warga Palestina.
Apa yang dilakukan Rachel adalah bentuk empati dan altruisme dalam skala heroik. Ia tidak mengenal secara pribadi keluarga-keluarga Palestina yang rumahnya akan dihancurkan. Namun ia melihat penderitaan mereka, merasakannya, dan memutuskan untuk bertindak.
Saya pikir ini adalah gagasan yang baik bagi kita semua untuk meninggalkan semuanya dan mengabdikan hidup kita untuk menghentikan ini. Saya rasa ini bukan hal yang ekstrem untuk dilakukan lagi.
— Rachel Corrie, catatan pribadi
Pada tanggal 16 Maret 2003, Rachel Corrie berdiri di depan sebuah buldoser militer Israel yang hendak menghancurkan rumah keluarga seorang apoteker Palestina yaitu rumah dari keluarga yang telah menjadi sahabatnya, yang bersamanya ia tinggal selama di Gaza. Ia mengenakan jaket berwarna jingga terang agar terlihat jelas. Namun buldoser itu tetap melaju ke arahnya.
Rachel ditabrak dan dilindas hingga tewas. Tulang tengkoraknya retak, tulang rusuknya hancur dan menusuk paru-parunya. Ia berusia 23 tahun. Para saksi mata mengatakan bahwa buldoser dengan sengaja melaju ke arah Corrie. Pada tahun 2012, pengadilan Israel menolak gugatan yang diajukan orang tua Corrie.
Orang tuanya kemudian mendirikan Rachel Corrie Foundation for Peace and Justice, melanjutkan warisan kepedulian yang ditinggalkan putri mereka.
Penutup
Benang Merah yang Menghubungkan Tiga Zaman
Apa yang mempersatukan keluarga 'Ali di abad ke-7 dan Rachel Corrie di abad ke-21? Jawabannya adalah empati yang tidak mengenal batas.
Keluarga 'Ali memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, mereka merupakan tiga kategori yang dalam masyarakat mereka rentan dan terpinggirkan. Rachel Corrie membela keluarga Palestina yang rumahnya akan dihancurkan, di mana di dalam rumah itu tinggal manusia-manusia yang juga rentan dan terpinggirkan dalam geopolitik global.
Alfie Kohn mungkin akan melihat Rachel Corrie sebagai bukti hidup dari tesisnya, yaitu bahwa kapasitas untuk kebaikan adalah bagian dari kodrat kita, dan kapasitas itu dapat mendorong seseorang pada tindakan heroik meskipun risikonya adalah kematian. Batson mungkin akan melihat Rachel sebagai konfirmasi tertinggi dari hipotesisnya, bahwa empati memicu altruisme yang tujuannya benar-benar untuk meringankan penderitaan orang lain, bukan untuk keuntungan diri sendiri.
Dan para penulis meta-analisis tahun 2025 mungkin akan melihat Rachel sebagai bukti bahwa hubungan empati-altruisme tidak dimoderasi oleh budaya atau konteks dari seorang gadis Amerika yang lahir dan besar di budaya individualis Barat ternyata mampu mengorbankan nyawanya untuk orang-orang yang secara etnis dan budaya berbeda darinya.
Manusia memiliki kapasitas untuk berbagi dalam kehidupan afektif orang lain. Kapasitas ini yaitu empati, yaitu merupakan fondasi dari sisi terang kemanusiaan yang tidak pernah benar-benar padam.
— Alfie Kohn, The Brighter Side of Human Nature
Ada benang merah yang menghubungkan Madinah abad ke-7, laboratorium psikologi abad ke-20, dan Rafah abad ke-21, yaitu manusia, ketika dihadapkan pada penderitaan sesama, memiliki kapasitas untuk merespons dengan kebaikan yang tidak egois. Kapasitas ini kadang terkubur oleh ketakutan, keserakahan, atau kebencian. Tapi ia selalu ada di sana, menunggu untuk dihidupkan kembali.
Seperti roti yang diberikan keluarga 'Ali kepada tiga orang yang kelaparan, seperti tubuh Rachel yang berdiri di depan buldoser, maka kebaikan sejati tidak pernah menghitung untung rugi. Ia mengalir begitu saja, seperti air, seperti cinta, seperti cahaya.
Dan cahaya itu, meskipun kadang padam dalam kematian tragis seorang gadis muda, tidak pernah benar-benar mati. Ia terus menyala dalam ingatan, dalam tulisan yang ditinggalkan Rachel, dalam yayasan yang didirikan orang tuanya, dalam setiap orang yang terinspirasi oleh kisahnya untuk juga peduli pada penderitaan orang lain.
What we want to do and what we ought to do are not so far apart after all, yaitu Apa yang ingin kita lakukan dan apa yang seharusnya kita lakukan, ternyata tidak begitu berjauhan. — Alfie Kohn
(**)
Referensi
Kohn, Alfie. The Brighter Side of Human Nature: Altruism and Empathy in Everyday Life. New York: Basic Books, 1990.
Batson, C. D., dkk. "Five studies testing two new egoistic alternatives to the empathy-altruism hypothesis." Journal of Personality and Social Psychology 55, no. 1 (1988): 52–77.
Batson, C. D., dkk. "Empathy and the Collective Good: Caring for One of the Others in a Social Dilemma." Journal of Personality and Social Psychology 68, no. 4 (1995): 619–631.
Sun, Yeqi, Qing Liu, dan Wenjuan Zhang. "The empathy-altruism link revisited: a quantitative synthesis of moderating effects across contexts." Personality and Individual Differences (2025), 113235.
Al-Zamakhsyari. Tafsir Al-Kasysyaf. (Riwayat dari 'Abdullah ibn 'Abbas tentang kisah keluarga 'Ali ibn Abī Thālib).
Al-Tabarsi, Syaikh Fadhl ibn Hasan. Majma' Al-Bayān fī Tafsīr Al-Qur'ān. (Riwayat serupa tentang turunnya Surah Al-Insān).
Wikipedia Indonesia. "Rachel Corrie." https://id.m.wikipedia.org/wiki/Rachel_Corrie (diakses Maret 2026).
Tempo.co. "Pengorbanan Aaron Bushnell dan Rachel Corrie untuk Palestina." 28 Februari 2024.
Rachel Corrie Foundation for Peace and Justice. https://rachelcorriefoundation.org
