Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel, Kini Internet Masuk ke Nagari Nan Tujuah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Foto: Dok. Istimewa

Upaya membuka keterisolasian masyarakat di wilayah pelosok Sumatra Barat (Sumbar) terus didorong Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade. Salah satunya diwujudkan di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses komunikasi karena belum tersentuh jaringan telepon seluler dan internet.

Sabtu (22/8) malam, Andre Rosiade meresmikan beroperasinya Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di kawasan tersebut. Kehadiran BTS ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini harus keluar dari kawasan nagari untuk mendapatkan sinyal telepon maupun mengakses internet.

Andre menegaskan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah terisolir bukan sekadar menghadirkan jaringan komunikasi, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan di era digital, mulai dari pendidikan, pelayanan pemerintahan, aktivitas ekonomi hingga informasi.

“Kalau sebelumnya tidak ada sinyal sama sekali, sekarang sudah ada. Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat,” kata Andre di hadapan warga yang langsung menyambut peresmian tersebut dengan tepuk tangan.

Dalam kesempatan itu, Andre juga berdialog dengan warga dan jajaran Telkomsel mengenai kondisi BTS yang baru beroperasi. Manager NOP Padang Telkomsel Andy Suhatril menjelaskan, kawasan tersebut sebelumnya memang belum memiliki sinyal. Di Nagari Nan Tujuah terdapat sekitar 195 kepala keluarga yang kini mendapatkan manfaat dari kehadiran jaringan tersebut.

Andre meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas BTS agar dapat beroperasi secara berkelanjutan. Ia mendapat penjelasan bahwa BTS dilengkapi baterai cadangan yang mampu menjaga jaringan tetap menyala sekitar tiga hingga empat jam ketika terjadi pemadaman listrik PLN.

“Kalau listrik mati, selama baterainya masih ada, tiga sampai empat jam sinyal masih menyala sambil menunggu listrik hidup kembali. Jadi tolong dijaga,” tegas Andre yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam. Foto: Dok. Istimewa

Andre mengingatkan masyarakat dan pemuda setempat untuk tidak sembarangan membiarkan orang masuk ke area BTS. Hal itu penting karena fasilitas seperti baterai dan kabel memiliki nilai ekonomi tinggi dan rawan dicuri.

Andre meminta setiap orang yang mengaku sebagai petugas atau teknisi agar dapat ditanyakan identitasnya dan didokumentasikan. Imbauan tersebut juga diamini pihak Telkomsel yang menyebut aksi pencurian perangkat BTS pernah terjadi di sejumlah lokasi. “Kalau ada orang yang bekerja di sini, jangan sungkan ditanya dari mana. Foto orangnya, foto KTP-nya,” ujar Andre.

Andy Suhatril menambahkan, keberadaan warga yang ikut mengawasi sangat dibutuhkan karena lokasi BTS relatif jauh dari permukiman. Ia berharap pemuda dan masyarakat setempat segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tower. “Kalau ini hilang, tidak ada sinyal. Mati sinyalnya,” kata Andy.

Dalam kegiatan tersebut, Andre didampingi VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel Nizar Fuadi, GM Regional Network Operations Sumbagteng Agus Sugiarto, Manager NOP Padang Andy Suhatril dan Manager Branch Bukittinggi Galuh Ranggakusuma. Hadir pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam Roza Syafdefianti, Staf Ahli Bupati Agam Taslim, Wali Nagari Nan Tujuah Ramlan serta tokoh masyarakat dan warga.

Wali Nagari Nan Tujuah Ramlan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Andre Rosiade serta Telkomsel yang telah menghadirkan jaringan komunikasi di daerah mereka. Menurutnya, kehadiran sinyal menjadi perubahan besar bagi masyarakat setelah bertahun-tahun berada dalam kondisi tanpa akses komunikasi yang memadai.

Bagi Andre, pembangunan BTS di Nan Tujuah merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk membuka keterisolasian masyarakat Agam dan Sumatera Barat. Ia menilai pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga harus menjangkau nagari-nagari yang selama ini sulit mendapatkan akses infrastruktur dasar.

Selain telekomunikasi, Andre juga menyampaikan komitmennya mengawal pembangunan infrastruktur jalan untuk membuka konektivitas antarwilayah di Agam dan Sumatera Barat.

Andre mencontohkan penanganan Jalan Malalak yang selama ini menjadi salah satu jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Andre mengatakan dirinya telah mendorong pemerintah pusat agar persoalan konektivitas di wilayah tersebut mendapat perhatian dan ditangani. “Malalak itu alur logistik yang sangat penting. Alhamdulillah sudah dikerjakan,” ujarnya.

Andre juga menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat membangun infrastruktur Sumatera Barat. Menurutnya, pembangunan jalan, jembatan, normalisasi sungai, hingga konektivitas antarwilayah terus dikawal agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. “Pemerintah Presiden Prabowo fokus untuk Sumatera Barat. Jalan-jalan yang rusak kita benahi, normalisasi sungai juga kita benahi,” katanya.

Andre berharap masyarakat Agam melihat pembangunan secara utuh. Menurut Andre, keterisolasian tidak cukup diatasi dengan satu jenis infrastruktur. Kehadiran jaringan telekomunikasi harus berjalan bersama pembangunan jalan, jembatan dan konektivitas transportasi. “Kalau jalan bagus, komunikasi bagus, ekonomi masyarakat juga akan bergerak. Karena itu kita harus sama-sama membuka akses daerah yang selama ini terisolir,” tegasnya.

Kehadiran BTS Telkomsel di Nan Tujuah pun menjadi salah satu contoh konkret upaya tersebut. Setelah puluhan tahun tanpa sinyal, masyarakat kini akhirnya dapat terhubung dengan dunia luar tanpa harus meninggalkan kampung halaman. Andre berharap fasilitas yang telah dibangun itu dijaga bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.