Anwar Ibrahim Gandeng Negara Sahabat, Bebaskan Warga Malaysia Ditangkap Israel
·waktu baca 2 menit

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah berkontak dengan sejumlah negara sahabat untuk membebaskan 10 warga negaranya yang ditangkap Israel. Mereka ditangkap saat tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla.
Saat ini, ia belum bisa berkomunikasi dengan warga negara Malaysia itu.
"Malaysia mendesak agar semua pihak bertindak dengan segera dan memastikan tiada sebarang tindakan keras dikenakan terhadap semua para aktivis, termasuk 10 rakyat Malaysia yang kini ditahan dan terputus hubungan. Keselamatan mereka mesti dijamin tanpa kompromi," kata Ibrahim, dikutip dari akun X resminya, @anwaribrahim, Kamis (30/4).
"Kerajaan MADANI sedang berhubung dan bekerjasama rapat dengan negara-negara sahabat bagi memastikan mereka dibebaskan dengan segera," sambungnya.
MADANI adalah visi dari Anwar Ibrahim untuk Malaysia, yang mengedepankan visi pembangunan manusia, tata kelola pemerintahan yang baik dan berkesinambungan.
Ibrahim juga mengutuk tindakan Israel itu. Sebab, warga negaranya berlayar di perairan internasional dan atas nama misi kemanusiaan.
"Saya mengutuk tindakan ganas rejim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan antarabangsa, satu pelanggaran nyata undang-undang maritim dan menyerupai tindakan lanun yang mencemari prinsip kemanusiaan sejagat," ucapnya.
Ibrahim juga tegas akan terus mempertahankan prinsip kemanusiaan, yang menurutnya sudah dilanggar.
"Dalam situasi getir ini, ihsan dan kemanusiaan harus mengatasi segala perbezaan dan Malaysia akan terus berdiri teguh mempertahankan prinsip tersebut," ucapnya.
Namun, ia juga berserah dan menitipkan doa kepada mereka yang ditangkap Israel. Sambil mengupayakan jalan terbaik membebaskan para warga negaranya itu.
"Kepada Allah SWT kita berserah, disulam dengan usaha menyeluruh yang sedang digerakkan, semoga kesemua mereka berada dalam keadaan selamat. Doa seluruh rakyat Malaysia mengiringi Global Sumud Flotilla. Hasbunallahu wa ni‘mal wakil," tutupnya.
Global Sumud Flotilla adalah sebuah upaya kolektif dari sejumlah warga antarnegara untuk memberi bantuan kepada warga Gaza. Dirangkum dari berbagai sumber, konvoi kemanusiaan ini berupaya mendekati Rafah, lalu membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Sebelumnya, Global Sumud Flotilla juga diadakan tahun lalu. Kapal-kapal dari berbagai negara ini bertolak dari sejumlah titik, salah satunya Tunisia. Begitu mendekati pesisir Gaza, kapal-kapal ini dicegat Israel. Para aktivisnya ditahan.
Tahun lalu, aktivis internasional Greta Thunberg juga turut dalam aksi ini. Ia juga sempat ditahan oleh otoritas Israel.
