Arya Wedakarna Siap Penuhi Panggilan BK DPD soal Hadiri Acara LBGT Thailand

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III Foto: Dok. DPD RI
zoom-in-whitePerbesar
Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III Foto: Dok. DPD RI

Anggota DPD RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, menyatakan siap memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPD RI.

Pemanggilan tersebut terkait klarifikasi atas kehadirannya dalam acara Miss Equality World di Bangkok, Thailand, yang belakangan menuai sorotan publik.

Arya menegaskan, sebagai senator yang taat aturan, dirinya menghormati penuh keputusan BK DPD. Menurutnya, forum etik tersebut justru menjadi ruang yang tepat baginya untuk meluruskan segala polemik yang berkembang di masyarakat.

“Ya, sebagai anggota yang baik dan taat aturan tentu akan siap. Dan memang harus kita hargai, karena forum BK bagus untuk menjelaskan dan klarifikasi semua hal yang ada,” ujar Arya saat dihubungi, Jumat (4/9).

Politikus yang sudah menjabat sebagai senator selama tiga periode sejak 2014 ini mengeklaim sangat memahami mekanisme kerja di internal parlemen. Terlebih, ia mengaku pernah menjadi bagian dari alat kelengkapan dewan penegak etik tersebut.

“Sebagai anggota DPD RI tiga periode sejak 2014 tentu memahami mekanisme internal yang ada. Dulu AWK juga pernah jadi anggota BK dan sudah paham SOP,” tuturnya.

Bagi Arya, pemanggilan klarifikasi ini bukan ancaman, melainkan wadah komunikasi yang sehat sesama anggota dewan.

“Bagus kok untuk silaturahmi dan forum komunikasi antar-Senator RI. Astungkara, kami siap hadir,” pungkas Arya.

Sorotan Etik dan Polemik Pendampingan TNI

Rencana pemanggilan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Ketua BK DPD RI, Hasby Yusuf.

Dalam proses klarifikasi nanti BK DPD akan menilai dua aspek utama meliputi tujuan dan kronologi hadirnya Arya pada acara tersebut dan pendampingan anggota TNI beratribut selama acara.

“Menjadi anggota DPD RI berarti membawa standar kehormatan jabatan dalam setiap ruang publik. Tetapi Badan Kehormatan juga tidak boleh mengambil kesimpulan hanya berdasarkan foto, video, atau pemberitaan. Yang harus dilihat adalah fakta, kapasitas kehadiran, konteks kegiatan, dan apakah terdapat ketentuan etik yang dilanggar, ujar Hasby dalam keterangan pers, Kamis (3/9).

Dalam wawancara terpisah sebelumnya, Arya sempat membantah tudingan bahwa dirinya hadir membawa nama institusi DPD RI maupun sengaja menghadiri agenda LGBT. Arya menegaskan kehadirannya murni sebagai tokoh budaya Bali guna mempromosikan pariwisata.

“Saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu. Jadi sebagai tokoh Bali, tidak ada kaitan sama jabatan saya di mana pun,” ungkap Arya saat dihubungi pada Rabu (2/9).