AS Kembali Serang Iran, Trump Ancam Balas Lebih Keras jika Diserang Balik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi peluncuran rudal. Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peluncuran rudal. Foto: Shutter stock

Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada Selasa (1/9). Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan memberikan respons yang jauh lebih keras jika Iran melakukan serangan balasan.

Pertukaran serangan antara kedua negara itu mengancam kembali memanaskan konflik yang sebelumnya mulai mereda.

Dikutip dari AFP, AS sebelumnya melancarkan serangan terhadap target Iran pada Minggu (30/8), yang menjadi serangan pertama yang diketahui dilakukan Washington dalam beberapa pekan terakhir. Setelah serangan tersebut, pasukan Iran menyerang tentara AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA).

Serangan juga terjadi terhadap dua kapal tanker minyak dalam insiden yang hingga kini belum diketahui pelakunya.

Pada Selasa, AS kembali melancarkan serangan. Televisi pemerintah Iran melaporkan terdengar ledakan di wilayah selatan negara itu, di sepanjang Selat Hormuz yang strategis, serta di sebuah pulau di Teluk.

Pasukan AS juga dilaporkan menyerang sebuah bandara di Provinsi Kerman, Iran bagian selatan.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan empat proyektil menghantam wilayah di Kabupaten Chabahar dan Konarak. Namun, laporan tersebut tidak menyebutkan apakah serangan menyebabkan kerusakan.

Televisi pemerintah Iran juga melaporkan sejumlah orang yang menghadiri pesta pernikahan terluka akibat serangan AS di wilayah selatan negara tersebut.

Serangan itu disebut menghantam sebuah area permukiman di Bandar Kuhestak, Kabupaten Sirik.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan tersebut dilakukan setelah adanya upaya serangan baru-baru ini oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Trump mengatakan serangan yang disebutnya "besar dan kuat" itu merupakan pembalasan atas upaya Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz.

Trump juga menyebut serangan tersebut sebagai respons atas peluncuran delapan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Yordania. Menurut dia, seluruh rudal berhasil dicegat.

"Jika negara Iran yang gagal itu membalas serangan yang sangat dibenarkan ini, mereka akan kembali diserang pada tingkat yang jauh lebih keras dan lebih tinggi," kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social.

Juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebi, memperingatkan Washington bahwa AS akan menyesali serangan terbarunya.

"Hukuman berat menanti para agresor," tulis Mohebi di X.

Kantor berita Iran, Tasnim, kemudian melaporkan bahwa operasi menentukan oleh angkatan bersenjata Iran sebagai respons terhadap musuh Amerika telah dimulai.

"Basis-basis dan kepentingan AS di kawasan menjadi sasaran rudal dan drone Iran," demikian laporan Tasnim.