AS Setujui Penjualan Rudal Hellfire ke Singapura Senilai Rp 400,8 Miliar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rudal Hellfire yang terpasang di bawah sayap drone militer MQ-9 Reaper dalam demonstrasi Sayap Pengintaian dan Serangan ke-33 (ESRA) di Pangkalan Udara Cognac, Chateaubernard, Prancis, (12/6/2026). Foto: Christophe Archambault/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Rudal Hellfire yang terpasang di bawah sayap drone militer MQ-9 Reaper dalam demonstrasi Sayap Pengintaian dan Serangan ke-33 (ESRA) di Pangkalan Udara Cognac, Chateaubernard, Prancis, (12/6/2026). Foto: Christophe Archambault/AFP

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemlu AS) menyetujui penjualan 24 rudal Hellfire ke Singapura pada Rabu (1/7). Kesepakatan ini juga mencakup dukungan program dan logistik terkait.

"Secara total, Singapura telah memesan 67 rudal AGM-114R Hellfire, bersama suku cadang, layanan perbaikan, peralatan pendukung, pelatihan, serta dukungan teknik dan logistik, dengan perkiraan total biaya US$22,3 juta (sekitar Rp 400,8 miliar)," ujar Kemlu AS pada Rabu (1/7), seperti dikutip Reuters.

Kemlu AS menambahkan, Lockheed Martin merupakan kontraktor utama dalam pengadaan rudal tersebut.

Rudal Hellfire inersia pada pesawat tanpa awak (drone) MQ-1B Predator saat melakukan inspeksi pra-penerbangan di Pangkalan Angkatan Udara Creech, Indian Springs, Nevada, Amerika Serikat, (16/4/2009). Foto: Ethan Miller/AFP

Rudal Hellfire merupakan rudal udara-ke-permukaan buatan AS. Salah satu keunggulannya adalah kemampuannya menghancurkan kendaraan lapis baja dan tank.

Kemlu AS juga memastikan penjualan tersebut tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan Asia Tenggara.

Melalui unggahan di situs Kementerian Pertahanan, Pemerintah Singapura menyatakan rudal tersebut akan dipasang pada helikopter AH-64D Apache milik Angkatan Udara Singapura untuk mendukung pelatihan rutin dan kebutuhan operasional.