Asap Karhutla di Kampar Mengarah ke Jalan Lintas Barat, Pengendara Terganggu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat. Foto: Dok. Istimewa

Kepulan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat yang menjadi jalur penghubung Provinsi Riau dengan Sumatera Barat. Kondisi ini mengganggu pengguna jalan karena asap mulai menghalangi pandangan.

Pantauan kumparan di lokasi, titik kebakaran berada tidak jauh dari badan jalan. Kepulan asap terlihat bergerak hingga ke ruas Jalan Lintas Barat, sementara debu sisa kebakaran turut beterbangan dan membuat kondisi berkendara semakin tidak nyaman.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat. Foto: Dok. Istimewa

Situasi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati. Jarak pandang yang terganggu akibat kepulan asap berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut.

Salah seorang pengendara, Zikri, mengaku terganggu dengan kondisi asap yang mulai menutupi ruas jalan.

"Ini jalanan yang bisa tiap hari saya lalui, kali ini asap mengganggu jarak pandang,” kata Zikri kepada kumparan saat tengah memarkirkan sepeda motornya, Minggu (23/8).

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai mengarah ke Jalan Lintas Barat. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, selain asap, debu bekas kebakaran juga beterbangan hingga ke jalan. Kondisi tersebut membuatnya khawatir saat harus melintasi kawasan yang terdampak karhutla.

"Khawatir juga kalau melihat kondisi seperti ini, bahaya kalau berkendara," ujarnya.

Ia berharap kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut dapat segera dipadamkan agar asap tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

"Semoga cepat padam," lanjutnya.

Petugas gabungan hingga kini masih melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan karhutla.