Austria Usir Tiga Diplomat Rusia Terkait Dugaan Spionase

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi spionase. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi spionase. Foto: Shutter Stock

Pemerintah Austria mengusir tiga diplomat Rusia karena dicurigai melakukan aksi spionase, Senin (4/5).

Kementerian Luar Negeri Austria bereaksi keras atas dugaan aksi spionase yang melibatkan tiga anggota staf Kedutaan Besar Rusia. Mereka mengindikasikan akan melakukan perubahan dalam upaya pemberantasan spionase.

Kemlu Austria juga menegaskan bahwa Duta Besar Rusia telah dipanggil terkait dugaan aktivitas spionase yang dilakukan stafnya. Pemanggilan tersebut dilakukan pada April lalu.

Kemlu Austria menerima informasi bahwa instalasi di atap Kedutaan Besar Rusia digunakan untuk pengumpulan data. Pengambilan data diduga dilakukan terhadap sebuah organisasi internasional di Wina melalui internet satelit.

"Spionase adalah masalah keamanan bagi Austria. Dalam pemerintahan ini, kami telah memulai perubahan haluan dan mengambil tindakan konsisten terhadapnya," kata Menteri Luar Negeri Beate Meinl-Reisinger, seperti dikutip dari AFP.

"Kami telah mengomunikasikan hal ini kepada pihak Rusia dengan tegas, termasuk mengenai banyaknya antena di misi Rusia. Yang jelas adalah: tidak dapat diterima jika kekebalan diplomatik digunakan untuk melakukan spionase," lanjutnya.

Saat ini terdapat sekitar 220 staf di Kedutaan Besar Rusia di Austria. Negara tersebut juga menjadi tuan rumah sejumlah organisasi internasional di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, seperti IAEA dan OSCE.

Ini bukan pertama kalinya skandal spionase Rusia terjadi di Austria. Sejak invasi ke Ukraina, Austria telah mengusir belasan staf Kedutaan Rusia.