Awal Mula Sindikat Narkoba Lampung Tabrak Mobil Polisi hingga Kapolsek Terpental
·waktu baca 2 menit

Polisi mengungkap awal mula insiden ditabraknya mobil polisi saat hendak menangkap sindikat narkoba di kawasan Way Kanan, Lampung. Mobil jenis SUV bermerek Daihatsu Terios yang menabrak mobil polisi itu diduga ditumpangi pelaku.
Kapolres Way Kanan, AKBP Didik Kurnianto, mengatakan penangkapan ini merupakan rangkaian pengembangan kasus narkotika yang tengah diusut Satresnarkoba Polres Way Kanan.
Kasus tersebut bermula dari penangkapan seorang pria berinisial MU alias Midin (43), warga Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu. MU ditangkap pada Kamis (4/6) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Penangkapan berawal dari laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 dan nomor pengaduan Polres Way Kanan terkait dugaan maraknya peredaran sabu yang meresahkan warga," kata Didik, Senin (8/6).
Dari tangan MU, polisi menyita sabu seberat 8,77 gram, 94 plastik klip kosong berbagai ukuran, satu timbangan digital, dua sedotan berbentuk sekop, dan satu unit telepon genggam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap MU, polisi kemudian melakukan pengembangan dan kembali bergerak pada Jumat (5/6). Polisi mengamankan dua tersangka lainnya, yakni NS (38), warga Medan, Sumatera Utara, dan ECR (35), warga Kampung Negeri Baru, Kecamatan Umpu Semenguk, Way Kanan.
Saat penggeledahan di rumah ECR, petugas menemukan sabu yang diduga milik NS sebanyak 24,06 gram. Barang bukti tersebut ditemukan di dalam celana tersangka dan di karpet kamar rumah.
"Dari hasil pengembangan terhadap tersangka NS dan ECR, ada informasi bahwa salah satu pelaku lain melarikan diri menggunakan mobil Terios warna hitam," ujar Didik.
Mendapat informasi itu, tim polisi langsung melakukan pengejaran. Petugas kemudian meminta bantuan Kapolsek Baradatu, AKP Sunaryo, untuk melakukan pengadangan terhadap kendaraan yang dicurigai membawa terduga pelaku narkoba tersebut.
AKP Sunaryo lalu mengerahkan mobil patroli dan sejumlah personel untuk melakukan penyekatan di Jalan Lintas Sumatera, tepat di depan Mapolsek Baradatu.
Namun saat pengadangan berlangsung, pengemudi Terios hitam itu justru nekat menerobos dan menabrak bagian kiri belakang mobil patroli yang diposisikan melintang di badan jalan.
Akibat benturan keras tersebut, mobil patroli bergeser beberapa meter dan AKP Sunaryo yang berada di samping kendaraan ikut terpental.
"Kalau dilihat dari CCTV, ada anggota yang tiba-tiba hilang dari samping mobil. Setelah dicek ternyata Pak Kapolsek yang terpental akibat mobil patroli ditabrak," tutur Didik.
Sementara itu, pelaku berhasil melarikan diri setelah menabrak mobil polisi. Kendaraan Daihatsu Terios yang digunakan untuk kabur kemudian ditemukan dan diamankan petugas di wilayah Kampung Banjar Masin, Kecamatan Baradatu.
Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pengemudi Terios yang melarikan diri.
