Bahlil Jadi Menteri Kinerja Terburuk di Survei CELIOS, Ini Kata Golkar

Ketua Komisi XII DPR RI sekaligus politikus Golkar, Melchias Markus Mekeng, menanggapi hasil survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menempatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai salah satu menteri dengan kinerja terburuk di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Mekeng menduga pihak yang menggelar survei tersebut memiliki agenda tersendiri. Ia menilai hasil survei belum tentu mencerminkan kemampuan seseorang jika harus menjalankan tugas seperti yang diemban Bahlil.
“Iya mungkin mereka punya agenda tersendiri dan belum tentu mereka kalau dikasih jabatan seperti yang dipegang oleh Pak Bahlil mereka bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh Pak Bahlil,” kata Mekeng kepada wartawan, Selasa (13/10).
“Antara teori yang mereka belajar di sekolah belum tentu bisa di-apply pada kondisi real di lapangan,” lanjutnya.
Mekeng justru menilai kinerja Bahlil selama menjabat sebagai Menteri ESDM sangat baik. Menurut dia, salah satu upaya Bahlil adalah menjaga agar harga BBM bersubsidi tidak naik demi mempertahankan daya beli masyarakat.
“Saya melihat kinerja Bahlil sangat bagus karena dia berusaha untuk tetap menjaga harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan untuk menjaga kondusivitas daya beli masyarakat,” ujar Mekeng.
Selain itu, Mekeng menyoroti upaya Bahlil mengatur kegiatan usaha di sektor mineral dan batu bara (minerba). Menurut dia, pengelolaan sektor tersebut perlu melibatkan pengusaha lokal dan tidak hanya dikuasai pengusaha besar.
“Dia mengatur agar pengusaha-pengusaha minerba tidak memonopoli semua kegiatan di lapangan dan harus melibatkan pengusaha lokal, menindak tegas pelaku bisnis yang tidak proper melakukan bisnisnya, mencari jalan keluar ketersediaan BBM dalam kondisi perang di Selat Hormuz,” katanya.
Survei CELIOS soal Kinerja Menteri
Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menggelar survei untuk menilai kinerja para menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam hasil survei tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menempati posisi terbawah.
Survei berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.142 responden, yang terdiri dari para ahli di bidangnya dan masyarakat umum.
CELIOS menggunakan metode analisis pemeringkatan kinerja kabinet dengan pendekatan berbeda untuk kelompok ahli dan masyarakat umum.
Survei masyarakat umum menggunakan pendekatan non-probability sampling melalui Meta Ads yang dilengkapi pembobotan (weighting). Sementara itu, survei terhadap kelompok ahli menggunakan metode snowball sampling.
Dalam survei tersebut, Bahlil memperoleh skor -159, sedangkan Natalius Pigai memperoleh skor -158.
