Bandara Soetta Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, 301 Penerbangan Terdampak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon penumpang mengantre di konter lapor diri Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Calon penumpang mengantre di konter lapor diri Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Sebanyak 301 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) terdampak akibat penutupan sementara operasional penerbangan menyusul indikasi sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9).

Dari 301 penerbangan yang terdampak, sebanyak 233 penerbangan merupakan penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.

“Berdasarkan data penerbangan pada periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 13.30 WIB, terdapat 301 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya,” ujar Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudis Tiawan dalam keterangannya, Minggu (6/9).

Dari pantauan kumparan, lewat monitor di terminal 3, penerbangan internasional yang paling banyak terdampak yaitu Malaysia hingga Singapura. Sedangkan, antrean di gate 5 domestik mengular panjang.

Untuk menangani penumpang yang terdampak, Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan Service Recovery Action (SRA). Penumpang disediakan makanan dan minuman ringan serta bus untuk membantu mobilitas menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai.

Sejumlah area terminal juga disiapkan sebagai tempat istirahat, termasuk Employee Lounge. Posko penanganan turut dibuka di Terminal 1B, sementara maskapai menyediakan layanan informasi bagi penumpang di masing-masing terminal.

Calon penumpang menunggu di area keberangkatan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Di tengah penutupan sementara tersebut, operasional tenant di terminal juga dikoordinasikan agar tetap berjalan selama 24 jam.

Adapun penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB, Minggu (6/9) berdasarkan NOTAM terbaru dari AirNav Indonesia.

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelumnya terpantau membentuk dua klaster yang menyelimuti sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta hingga Bengkulu. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penutupan sementara operasional penerbangan demi keselamatan penerbangan.