Bandara Soetta Kembali Beroperasi, Layani 896 Penerbangan Hari Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah calon penumpang antre untuk lapor diri di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah calon penumpang antre untuk lapor diri di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (8/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali dioperasikan secara bertahap setelah sebelumnya terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Sebanyak 896 penerbangan terdata akan beroperasi di Soetta hari ini, Selasa (8/9), yang diprediksi melayani 113 ribu penumpang.

“Prediksi ya. Yang sudah masuk data, yang sudah didaftarkan ke pusat data kami, ada 896 penerbangan untuk tanggal sekarang. 896 penerbangan. Kemudian penumpangnya sebanyak 113.000,” kata Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, kepada awak media di Terminal 3F Bandara Soetta, Selasa (8/9).

Dari total 896 penerbangan tersebut, sebanyak 324 penerbangan telah beroperasi hingga pukul 13.00 WIB. Rinciannya, 208 penerbangan merupakan keberangkatan, sedangkan 116 lainnya merupakan kedatangan.

Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan memberikan keterangan terkait operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (8/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Dan kami sampaikan bahwa hari ini sampai dengan pukul 13.00 WIB, data yang telah kami terima, penerbangan yang sudah beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 324 penerbangan. Dari 324 penerbangan itu, 208 flight-nya berangkat, sedangkan 116 penerbangan itu kedatangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yudistiawan memastikan penerbangan ke berbagai wilayah sudah kembali dibuka, termasuk rute menuju Sumatra.

“Tidak, tidak. Semua sudah dibuka,” kata Yudistiawan.

Dia pun mengimbau calon penumpang untuk memastikan status penerbangan kepada customer service masing-masing maskapai sebelum datang ke bandara.

“Jadi kalau yang berangkat hari ini memang sudah confirm, kami persilakan untuk hadir ke Bandara Soekarno-Hatta. Bagi yang belum, sebaiknya berkoordinasi melalui channel-channel resmi,” ujarnya.

Penumpang Cek Jadwal Baru Penerbangan

Sejumlah pesawat terparkir di area Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (8/9) pagi. Foto: Zahira Hilman/kumparan

Sementara bagi penumpang yang sebelumnya melakukan reschedule akibat penerbangan terdampak, Yudistiawan meminta mereka memantau jadwal baru yang telah didaftarkan melalui maskapai. Adapun penumpang yang memilih refund berarti tidak jadi melanjutkan perjalanan.

“Kalau yang refund berarti sudah selesai, tidak jadi berangkat. Kalau yang reschedule, mereka harus memantau jadwal di reschedule-nya seperti yang telah didaftarkan di maskapai masing-masing,” jelasnya.

Di sisi lain, sebelum operasional kembali dijalankan, pihak bandara memastikan seluruh fasilitas pendukung penerbangan dalam kondisi siap. Hal tersebut mencakup runway, taxiway, apron, hingga peralatan pendukung keselamatan penerbangan lainnya.

Sejumlah penumpang mulai melakukan proses check-in di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (8/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

“Kami secara periodik telah melakukan pembersihan debu baik di runway, taxiway, maupun apron,” tutur Yudistiawan.

Pihak maskapai juga memastikan pesawat yang akan digunakan telah menjalani pengecekan dan dinyatakan layak terbang.

“Pihak maskapai pun telah melakukan pemastian bahwa pesawat yang akan digunakan itu sudah layak terbang sebagaimana diminta oleh otoritas penerbangan nasional yaitu Kementerian Perhubungan, bahwa aircraft yang akan digunakan itu sudah dipastikan telah dilakukan pengecekan dan aman untuk digunakan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Yudis mengatakan penutupan sementara Bandara Soetta akibat erupsi GAK merupakan yang pertama kali dia alami selama 32 tahun bekerja di bandara.

Sebuah mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air ke sisi udara sebelah utara yang terpapar abu vulkanik di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

“Pertama kali? Iya. Saya 32 tahun kerja, baru ini kejadian bandara harus tutup. COVID dulu ada, tapi kan bukan erupsi gunung,” ujar Yudis.

Dia juga menambahkan, kondisi saat pandemi COVID-19 berbeda karena saat itu frekuensi penerbangan hanya berkurang, bukan bandara ditutup.

“COVID itu nggak tutup lho, cuma berkurang aja frekuensinya kan. Tapi kalau ini kan tutup,” kata dia.