Banjir di Jakarta Berangsur Surut Siang ini, Sisa 23 RT yang Tergenang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
sIlustrasi banjir. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
zoom-in-whitePerbesar
sIlustrasi banjir. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Kondisi genangan banjir di sejumlah wilayah Jakarta mulai berangsur surut pada Selasa (5/5) siang. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per pukul 13.00 WIB, jumlah wilayah terdampak kini tersisa 23 RT dan 2 ruas jalan yang masih tergenang.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 23 RT dan 2 ruas jalan tergenang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan dalam keterangannya, Selasa (5/5).

Adapun rincian wilayah terdampak sebagai berikut:

Jakarta Barat (19 RT)

  • Kel. Kedaung Kali Angke: 3 RT

  • Kel. Rawa Buaya: 6 RT

  • Kel. Kedoya Selatan: 4 RT

  • Kel. Joglo: 1 RT

  • Kel. Kembangan Selatan: 5 RT

Jakarta Timur (4 RT)

  • Kel. Kampung Melayu: 4 RT

Ketinggian air tercatat berkisar antara 10 hingga 95 sentimeter. Genangan dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Ciliwung.

BPBD juga menyampaikan bahwa saat ini tidak terdapat warga yang mengungsi.

“Pengungsi nihil,” kata Yohan.

Sementara itu, sejumlah wilayah sebelumnya telah dinyatakan surut di berbagai kelurahan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, termasuk Petogogan, Kampung Melayu, Cawang, hingga Kembangan Selatan.

Sementara untuk ruas jalan, masih terdapat dua titik yang tergenang.

Ruas jalan tergenang:

  • Jl. Kembangan Raya, Kel. Kembangan Selatan, Jakarta Barat

  • Jl. Strategi Raya, Kel. Kembangan Selatan, Jakarta Barat

Ketinggian genangan di ruas jalan tersebut berkisar antara 15 hingga 40 sentimeter dan saat ini masih dalam proses penanganan.

Yohan mengatakan, BPBD DKI Jakarta terus melakukan upaya penanganan di lapangan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

“BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan.