Basarnas Yakin Masih Banyak Korban KM Virgo Terjebak di Dalam Kapal

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut ada tambahan 14 korban KM Virgo Transport 8 yang ditemukan pada Kamis (24/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Dengan tambahan tersebut, total korban yang telah ditemukan mencapai 150 orang.
“Alhamdulillah hari ini kita operasi yang hari ke-12. Hari ini alhamdulillah kita sudah bisa mengevaluasi 150 korban. Di mana dari 150 korban ini, 108 selamat, kemudian 42 dalam kondisi meninggal dunia,” kata Syafii usai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/9).
Syafii mengatakan seluruh korban yang ditemukan hari ini berada di dalam badan kapal KM Virgo.
“Semuanya di dalam kapal. Hari ini semuanya (ditemukan) di dalam kapal,” katanya.
Ia menjelaskan, temuan tersebut berbeda dengan sejumlah korban sebelumnya yang ditemukan dalam kondisi terapung di sekitar lokasi kecelakaan.
Basarnas saat ini mengerahkan personel dengan kemampuan khusus untuk melakukan pencarian di bawah air.
“Yang bisa melakukan operasi underwater hanya mereka-mereka yang memiliki kemampuan khusus. Yang pasti di situ ada dari Basarnas Special Group, kemudian ada teman-teman penyelam lainnya, ada dari TNI, dan juga ada dari private,” ujar Syafii.
Menurutnya, pencarian bawah air menjadi tantangan karena kondisi arus di lokasi kecelakaan sebelumnya mencapai 6-7 knot. Sementara batas normal penyelam berada di sekitar 0,5 knot dan personel dengan kemampuan khusus maksimal sekitar 2,5 knot.
Syafii mengatakan pihaknya masih meyakini terdapat korban lain yang berada di dalam kapal. Hal itu menjadi salah satu alasan pencarian bawah air terus dilakukan.
“Kita meyakini di dalam (kapal) masih banyak korban,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi kapal yang memiliki panjang 119 meter, lebar 21 meter, dan tinggi lebih dari 17 meter memungkinkan adanya korban yang terjebak di sejumlah bagian kapal.
“Yang jelas kondisi korban kan ada di kamar-kamar, kemudian ada di mungkin ruangan-ruangan. Dan itu memang kapal penumpang, sehingga memungkinkan ada di mana-mana,” kata Syafii.
Menurutnya, korban juga berpotensi masih berada di dalam sekat-sekat tertentu pada kapal.
“Sehingga memungkinkan adanya korban-korban yang masih terjebak dalam sekat-sekat tertentu,” lanjutnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan masih ada korban yang hidup di dalam kapal, Syafii tidak menutup kemungkinan tersebut.
“Namanya mungkin, mungkin saja, hanya Allah yang tahu,” katanya.
