Belajar Kelola Sampah, KKN UIN Walisongo Sambangi Bank Sampah Fatayat NU

Mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Walisongo Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Putri Fatimah Sulistiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demak, 16 Agustus 2026 — Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 86 mengikuti kegiatan Bank Sampah Fatayat NU Ranting Sidokumpul melalui program Fatayat Hijau di rumah Ibu Zumrotun, Dukuh Wuluh, Sidokumpul, Minggu (16/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut mengajak anggota mengumpulkan, memilah, dan menimbang sampah plastik serta kertas untuk dijual kepada pengepul dan dicatat sebagai tabungan anggota. Mahasiswa KKN turut menyumbangkan botol plastik bekas sekaligus belajar langsung mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Bank Sampah Fatayat NU Ranting Sidokumpul yang dilaksanakan setiap bulan pada momentum Jumat Kliwon. Para anggota membawa sampah dari rumah masing-masing, terutama plastik, kertas, dan kardus, untuk kemudian dikumpulkan dan ditimbang.
Mahasiswa KKN turut membawa dan menyumbangkan botol plastik bekas yang telah mereka kumpulkan. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana pengelolaan sampah dilakukan oleh masyarakat.
Tidak hanya menyetorkan sampah, mahasiswa juga mengamati proses penimbangan dan pengelolaan sampah bersama pengurus Bank Sampah. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa memahami bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Menariknya, hasil penjualan sampah tidak langsung dibagikan kepada anggota. Nilainya dicatat sebagai tabungan yang nantinya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan anggota, salah satunya kegiatan ziarah.
“Senang rasanya bisa menabung dari limbah yang selama ini dianggap kurang bermanfaat,” ujar Ibu Zumrotun.
Pada kegiatan kali ini, sebanyak 28 anggota tercatat ikut menimbang dan menyetorkan sampah. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kegiatan pada bulan sebelumnya. Bertambahnya partisipasi menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran anggota untuk mengumpulkan dan memilah sampah dari rumah.
Ketua Fatayat NU Ranting Sidokumpul berharap kegiatan Bank Sampah melalui program Fatayat Hijau dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Untuk saat ini, program ini memang dari anggota dan untuk anggota. Namun, secara bertahap semakin banyak warga yang ikut mendukung,” ujar Ketua Fatayat NU Ranting Sidokumpul.
Bagi mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo, kegiatan tersebut menjadi pembelajaran langsung tentang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Mahasiswa belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah dan mengumpulkan sampah dari rumah.
Program Fatayat Hijau menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperoleh pengalaman baru bahwa botol plastik, kardus, dan kertas dapat memiliki nilai ketika dikelola dengan baik dan dilakukan secara bersama-sama.
