Konten dari Pengguna

Bila Tidak Sejalan, Ganti Temanmu Jangan Kopimu

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau temanmu tidak sejalan dengan kopimu, ganti temanmu, jangan ganti kopimu. Sebab, hidup bukan tentang bagaimana kita menyenangkan semua orang, melainkan bagaimana kita tetap menjadi diri sendiri tanpa harus kehilangan jati diri. Seperti secangkir kopi, setiap orang punya selera dan cara menikmati yang berbeda. Ada yang suka manis, ada yang memilih pahit, dan ada pula yang menikmati kopi tanpa gula. Kita tidak harus mengubah rasa kopi kita hanya agar disukai orang lain. Begitu pula dalam pergaulan, tidak semua orang harus sepemikiran, tetapi setiap hubungan seharusnya tetap memberi ruang untuk saling menghargai.

Terkadang, kita perlu belajar bahwa tidak semua perkataan harus disampaikan berulang kali. Kurang bicara bila tidak didengar, bukan karena kita kehabisan kata-kata, melainkan karena kita mulai memahami bahwa tidak semua telinga ingin mendengar dan tidak semua hati ingin mengerti. Terkadang, diam jauh lebih bermakna daripada menjelaskan panjang lebar kepada orang yang sudah telanjur merasa paling benar. Energi kita terlalu berharga jika terus dihabiskan untuk mencari pengakuan dari orang yang tidak pernah mau memahami sudut pandang kita.

Begitu pula dengan kehadiran. Kurangi hadir bila tidak dihargai, bukan untuk membalas perlakuan orang lain, melainkan untuk menjaga harga diri dan ketenangan hati. Kita tidak perlu selalu berada di tempat yang membuat kita merasa tidak berarti. Tidak perlu terus mengetuk pintu yang tak pernah dibukakan, atau memaksakan diri duduk di meja yang tidak menyediakan ruang bagi kita. Sesekali, mengambil jarak adalah cara terbaik untuk memahami siapa yang benar-benar menghargai kehadiran kita dan siapa yang hanya terbiasa memanfaatkan kebaikan kita.

Ganti temanmu jangan kopimu

Pada akhirnya, hidup ini terlalu singkat untuk terus-menerus mengubah diri demi mendapatkan penerimaan orang lain. Tetaplah menjadi dirimu sendiri, nikmati kopimu dengan caramu, dan berjalanlah bersama mereka yang menghargai keberadaanmu. Kita tidak harus membenci orang yang berbeda, tidak perlu memusuhi mereka yang tidak sejalan, dan tidak perlu membalas mereka yang meremehkan. Cukup tahu kapan harus berbicara, kapan harus diam, kapan harus hadir, dan kapan harus pergi. Sebab, kedewasaan bukan tentang membuat semua orang menyukai kita, melainkan tentang berani menjaga prinsip, martabat, dan ketenangan diri tanpa kehilangan kebaikan hati.

Jadi, kalau kopimu sudah membuatmu nyaman, nikmati saja. Tak perlu mengganti kopimu hanya demi teman yang tidak pernah benar-benar menghargai rasanya. Salam ngopi! #KopiPensiunan #SaungPurna #LiterasiKopi