BMKG Ungkap Kondisi Angin-Gelombang Saat 5 Wartawan Hilang di Anak Krakatau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026).  Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi angin dan gelombang di sekitar Gunung Anak Krakatau saat rombongan wartawan dan kru kapal hilang kontak ketika melakukan peliputan aktivitas erupsi.

Pelaksana harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan pada rentang pukul 14.00-16.00 WIB, angin bertiup dengan kecepatan 6-15 knot atau kategori lemah hingga sedang. Angin kala itu bertiup dari arah tenggara hingga barat daya.

“Angin dengan kecepatan 6-15 knot (kategori lemah-sedang) bertiup dari arah tenggara-barat daya,” kata Ida saat dihubungi kumparan, Kamis (10/9).

Sementara itu, kondisi gelombang di sekitar Gunung Anak Krakatau saat kejadian berada pada kisaran 0.51-1 meter atau kategori rendah.

Ida menuturkan, kondisi angin tersebut masih termasuk kategori Monsun Australia/Monsun Timur atau angin selatan.

Basarnas Lampung lakukan pencarian rombongan wartawan yang hilang di Selat Sunda. Foto: Dok. SAR

“Sebetulnya saat ini masih masuk dalam kategori Monsun Australia/timur atau angin selatan. Tapi bukan arah selatan, namun angin selatan (dari selatan ke utara),” jelas Ida.

Untuk kondisi saat ini, BMKG memprakirakan ketinggian gelombang di wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau pada 10-12 September 2026 berada di kisaran 0,5-2 meter atau kategori rendah hingga sedang.

Angin dalam tiga hari ke depan, kata Ida, BMKG memprakirakan bertiup dengan kecepatan 4-20 knot atau kategori lemah hingga kencang dari arah tenggara hingga barat daya.

Sebelumnya, rombongan lima wartawan dan tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).

Tiga kru kapal tersebut yakni kapten Warta (55), ABK Surakman (60), dan pemandu Heriyanto (49). Sementara lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.