Bobby Siapkan Fasilitas untuk Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung: Warga yang Utama

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumut, Kota Medan, Rabu (1/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Sumut
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumut, Kota Medan, Rabu (1/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo Sumut

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyiapkan fasilitas berupa makanan, air, hingga toilet dan fasilitas kesehatan di pengungsian untuk warga yang terdampak erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8) lalu.

"Nanti yang disiapkan, kita pastikan di sini fasilitasnya dulu. Karena kita tidak ingin masyarakat yang mengungsi di sini merasa tidak nyaman, terus coba untuk kembali ke rumah," kata Bobby saat ditemui di lokasi pengungsian, Karo, Selasa (1/9).

Bobby memastikan, stok logistik aman. "Yang kita pastikan baik dari fasilitas mereka tidur, air, toilet, lalu habis itu juga makanannya. Nah ini yang penting untuk kita pastikan dalam kesempatan ini. Stok logistik aman," tambah Bobby.

Bobby mengatakan pihaknya akan menyuplai kebutuhan para pengungsi. Ia menyebutkan, tempat pengungsian kemungkinan memang tidak bisa membuat warga nyaman, namun ia memastikan semua fasilitas akan dipenuhi.

"Kita siap suplai semuanya, makanan. Makanya tadi saya sampaikan yang penting makanannya, tempatnya. Karena yang diungsikan ini rumahnya masih ada. Tadi saya ingatkan Pak Bupati, rumahnya masih ada. Beda sama pengungsi yang seperti misalnya rumahnya sudah hancur, tidak ada pilihan lagi. Ini warganya rumahnya masih ada, jadi mereka potensi untuk kembalinya juga masih tinggi," ucap Bobby.

"Oleh karena itu, ya pasti saya sampaikan diskusi, tidak bisa senyaman di rumah sendiri. Tapi jangan kebutuhan pokoknya ketika mereka pindah ke tempat pengungsian justru hilang total seperti tadi makan, tempat tidurnya, istirahatnya itu hilang," sambung Bobby.

Aktivitas Gunung Sinabung dari level II menjadai level III (Siaga) pada Senin (31/8/2026) pukul 12.00 WIB. Foto: Dok. Badan Geologi

Bobby menambahkan, anak-anak dari keluarga pengungsi yang mau berangkat sekolah juga akan disiapkan sebuah bus.

Ia mengatakan, saat ini kondisi status Gunung Sinabung masih tahap Level III Siaga. Jika intensitas aktivitas gunung tersebut menurun, maka akan diturunkan statusnya menjadi level II Waspada. Sehingga, para warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing.

"Mungkin masyarakat sudah boleh kembali, tapi tetap dalam perhatian. Kalau intensitasnya makin meningkat, kami juga tadi sudah evaluasi langkah-langkah yang dilakukan. Radius berapa saja yang tadi bertambah yang harus mengungsi dan sebagainya tadi sudah dibicarakan," imbuh Bobby.

Saat ini, rumah warga di sekitar erupsi gunung tersebut belum ada yang terdampak atau rusak.

Sementara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara telah mengantisipasi penyakit pernafasan seperti ISPA, dengan membagikan masker untuk para warga.

"Langkah ini antisipasi agar tidak terjadi penyakit berat ya," ucap Bobby.

Bobby mengatakan, pihaknya masih belum melakukan pendataan tentang dampak ekonomi akibat erupsi Gunung Sinabung. Ia menyebutkan, keselamatan warga merupakan prioritas utama.

"Belum ya (dampak ekonomi). Kita memikirkan keselamatan warga dulu. Nanti dampak ekonominya ya tadi kayak wisata kita minta ditutup. Tidak boleh ada wisatawan masuk ke sekitaran area gunung. Nah, ini kan tentu itu pasti ada dampak ekonominya. Tapi yang paling utama selamat dulu," jelas Bobby.

Sebelumnya, Gunung Sinabung menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter (3,5 kilometer) dari atas puncak, pada Senin (31/8) sekitar pukul 10.17 WIB, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Akibatnya gunung tersebut erupsi dan abu menyebar ke permukiman warga di daerah Berastagi dan Gunung Sibayak.