Konten dari Pengguna

Bulan Dana Pensiun: Usia Berapa Bagusnya Pekerja Nabung Pensiun?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang pekerja bertanya, kapan sebaiknya seorang pekerja mulai menabung untuk pensiun? Ini jelas pertanyaan penting yang patut dijawab dengan tepat. Sebab, jarang pekerja punya kesadaran untuk mepersiapkan masa pensiunnya sendiri. Faktanya hari ini, 9 dari 10 pekerja di Indonesia sama sekali tidak siap pensiun atau berhenti kerja dikarenakan tidak tersedianya dana yang cukup untuk membiayai hidupnya.

Pekerja di mana pun atau individu yang ingin merencanakan masa tua melalui program dana pensiun atau DPLK, prinsip yang paling pentng adalah “makin cepat makin hebat”. Betapa krusialnya soal waktu dalam berinvestasi untuk mencapai target akumulasi dana di masa pensiun. Meskipun iuran bulanan dan estimasi imbal hasil tetap sama, siapapun yang mulai menabung lebih awal akan memperoleh akumulasi dana yang jauh lebih signifikan. Sebaliknya, menunda pendaftaran hingga usia lanjut akan memangkas hasil akhir secara drastis karena durasi pertumbuhan dana yang lebih pendek.

Usia mulai menabung (usia masuk) memiliki pengaruh besar terhadap total akumulasi dana pensiun yang diperoleh di akhir, meskipun jumlah iuran bulanan dan tingkat hasil investasi tetap sama. Sebagai contoh simulasi saja, apabila pekerja menyetor iuran bulanan sama-sama Rp.500.000 per bulan dengan tingkat imbal hasil 9% per tahun dan pensiun di usia 56 tahun, namun yang membedakan usia masuk-nya maka diperoleh hasil akhir dana pensiun sebagai berikut:

1. Semakin dini memulai, semakin besar dana yang terkumpul. Jika seorang pekerja mulai menabung pada usia 28 tahun, dengan iuran Rp500.000 per bulan dan asumsi hasil investasi 9%, akan memperoleh akumulasi dana sebesar Rp1.870.500.000 saat pensiun di usia 56 tahun.

2. Dampak penundaan terhadap total dana. Menunda waktu mulai menabung di dana pensiun secara drastis mengurangi hasil akhir. Contohnya: Jika baru mulai pada usia 37 tahun (menunda 9 tahun dari usia 28), akumulasi dana turun menjadi Rp575.000.000 saat pensiun di usia 56 tahun. Jika baru mulai pada usia 48 tahun (menunda 20 tahun dari usia 28), akumulasi dana hanya mencapai Rp92.000.000 saat pensiun di usia 56 tahun.

3. Lama masa kepesertaan. Usia mulai yang lebih muda memberikan "lama jadi peserta" yang lebih panjang (misalnya 28 tahun vs 8 tahun), yang memungkinkan hasil investasi (9%) bekerja lebih maksimal melalui pertumbuhan majemuk seiring berjalannya waktu.

Singkatnya, semakin muda usia saat mulai masuk program dana pensiun atau DPLK, semakin besar peluang untuk mendapatkan akumulasi dana pensiun yang jauh lebih tinggi karena durasi investasi yang lebih lama. Makin cepat masuk dana pensiun, makin hebat hasil akhrinya.

Usia berapa pekerja nabung untuk pensiun?

Gimana cara memulai ikut dana pensiun? Cara sederhana, setiap pekerja bisa mendaftar menjadi peserta DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) khususnya melalu platform digital DPLK (playstor atau Appstore) sebagai program yang dirancang untuk membantu individu mempersiapkan akumulasi dana yang akan diperoleh saat pensiun. Untuk meraih kesinambungan penghasilan di hari tua dan membangun kemandirian finansial di masa tua. Sebab dana pensiun atau DPLK memberikan beberapa 5 manfaat utama yaitu::

1. Perencanaan masa pensiun yang terukur. Program ini membantu peserta menentukan target jumlah uang yang ingin dimiliki saat pensiun dengan mengatur iuran bulanan dan lama masa kepesertaan.

2. Pertumbuhan melalui hasil investasi. Iuran/dana yang disetorkan setiap bulan akan berkembang melalui hasil investasi sehingga total dana yang diterima bisa jauh lebih besar daripada total iuran yang dibayarkan.

3. Keuntungan memulai lebih awal. Manfaat pensiun akan lebih besar diperoleh bila menjadi peserta dalam jangka waktu yang lebih lama. Sebagai contoh, dengan iuran yang sama (Rp500.000/bulan), seseorang yang menjadi peserta selama 28 tahun bisa mendapatkan dana hingga Rp1,87 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan yang hanya menjadi peserta selama 8 tahun (Rp92 juta).

4. Kedisiplinan menabung. Program ini mendorong peserta untuk secara konsisten menyisihkan dana setiap bulan demi kesejahteraan di masa tua.

5. Punya kepastian dana di masa tua. Tanpa dana pensiun, berapa lama pun bekerja tidak akan memiliki kepastian dana untuk membiayai hidup dan kebutuhan di hari tua.

Penting untuk diketahui, untuk menentukan target dana pensiun yang paling ideal, kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti 1) gaya hidup, berapa biaya hidup bulanan yang diharapkan setelah tidak lagi bekerja?, 2) tingkat inflasi, karena nilai uang di masa depan tentu berbeda daya belinya dengan nilai uang saat ini, dan 3) usia harapan hidup, berapa lama dana yang tersedia harus mencukupi biaya hidup setelah pensiun. Artinya, target "ideal" dana pensiun sangat bergantung pada kapan kita mulai bertindak. Jika ingin memiliki dana pensiun di angka miliaran (seperti Rp1,87 miliar) dengan iuran yang terjangkau, maka usia ideal untuk mulai masuk program DPLK adalah sedini mungkin, misalnya di usia 28 tahun. Jika kita baru mulai di usia tua, mungkin perlu menyesuaikan target atau meningkatkan jumlah iuran secara signifikan untuk mencapai angka "ideal" di masa pensiun.

Kita tahu, semua pekerja bercita-cita ingin “hidup sehat, pensiun bahagia”. Tapi sayangnya peserta dana pensiun sukarela seperri DPPK/DPLK hanya sebesar 3,68% atau baru 5,43 juta peserta. Maka wajar, data BPS (2025) menyebut 8 dari 10 pensiunan di Indonesia menggantungkan hidupnya di hari tua dari anggota keluarga yang bekerja. Mau sampai kapan sandwich generation atau kondisi masa pensiun yang bermasalah secara keuangan akan terus dipertahankan? Mungkin sudah saatnya, siapapun pekerja di sektorformal ddan informal untuk mulai menyiapkan masa pensiunnya sendiri.

Nah, mumpung mau ada "Bulan Dana Pensiun” di bulan September 2026 ini, kini saatnya bagi pekerja untuk siapkan pensiun. Nabung untuk hari tua, sisihkan gaji untuk kenyamanan di saat tidak bekerja lagi. Agar terwujud hidup sehat, pensiun bahagia. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM

Bulan dana pensiun