Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bulan UMKM Nasional, Seller Didorong Tak Hanya Bergantung pada Marketplace

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi UMKM. Foto: Dok. istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi UMKM. Foto: Dok. istimewa

Momentum Bulan UMKM Nasional (setiap Agustus) dimanfaatkan KiriminAja untuk mendorong seller dan pelaku UMKM memperkuat kanal penjualan mandiri di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin digital. Marketplace tetap menjadi kanal penting, namun pelaku usaha dinilai perlu membangun hubungan langsung dengan pelanggan melalui WhatsApp, media sosial, website, maupun kanal digital lainnya.

Semakin beragamnya kanal penjualan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen lebih luas. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan baru karena pesanan, pembayaran, pengiriman, data pelanggan, hingga komunikasi setelah transaksi kerap tersebar di berbagai kanal.

CEO KiriminAja Fariz GTJ mengatakan, membangun kanal penjualan mandiri bukan berarti seller harus meninggalkan marketplace. Kanal tersebut justru dapat menjadi pelengkap agar pelaku usaha mempunyai fleksibilitas lebih besar sekaligus mampu membangun basis pelanggan untuk pertumbuhan jangka panjang.

“Marketplace tetap menjadi salah satu kanal penting bagi banyak pelaku usaha. Namun, seiring perilaku belanja pelanggan yang semakin beragam, seller juga membutuhkan kemampuan untuk membangun hubungan langsung dan mengelola penjualan dari kanal miliknya sendiri. KiriminAja hadir untuk membantu proses tersebut berjalan lebih mudah, mulai dari checkout, pengelolaan pelanggan, hingga pengiriman,” ujar Fariz dalam rilis pers yang diterima redaksi Rabu (19/8).

Ilustrasi UMKM. Foto: Dok. Istimewa

Salah satu persoalan yang dihadapi seller adalah mengubah traffic dari media sosial maupun percakapan dengan calon konsumen menjadi transaksi yang mudah dikelola. KiriminAja menyediakan Checkout Link yang memungkinkan seller mengarahkan calon pelanggan dari WhatsApp, Instagram, TikTok, maupun kanal digital lainnya menuju proses pemesanan yang lebih terstruktur tanpa harus membangun website yang kompleks.

Cara tersebut juga dapat mengurangi pencatatan pesanan secara manual yang semakin sulit dilakukan ketika volume transaksi bertambah. Seller dapat mulai membangun kanal sendiri dari proses transaksi sederhana, kemudian mengembangkan sistemnya seiring pertumbuhan bisnis.

Namun, mendapatkan transaksi pertama saja dinilai belum cukup. Pelaku usaha juga perlu mengelola pelanggan yang telah melakukan pembelian agar hubungan dengan konsumen tidak berhenti setelah barang diterima.

kumparan post embed

Head of Product KiriminAja Muhammad Army mengatakan, pelanggan lama merupakan salah satu basis penting bagi pertumbuhan bisnis. Karena itu, seller perlu memiliki sistem yang memungkinkan komunikasi setelah transaksi dilakukan secara lebih terstruktur.

“Pertumbuhan bisnis tidak hanya bergantung pada seberapa banyak pelanggan baru yang datang, tetapi juga bagaimana pelaku usaha menjaga pelanggan yang sudah pernah bertransaksi. Melalui ROMS, kami membantu seller menjalankan reminder, promosi, dan komunikasi pelanggan secara lebih terstruktur agar repeat order dapat dikelola tanpa menambah beban kerja manual,” ujar Army.

Melalui Repeat Order Management System (ROMS), seller dapat mengelola komunikasi dengan pelanggan lama, termasuk mengirim pengingat pembelian ulang maupun informasi promosi melalui WhatsApp. Pengelolaan tersebut menjadi semakin relevan ketika biaya dan upaya mendapatkan pelanggan baru menjadi perhatian pelaku usaha.

Selain transaksi dan pengelolaan pelanggan, pengalaman setelah checkout juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen. Pilihan metode pembayaran, pengiriman yang dapat dipantau, hingga penanganan paket bermasalah ikut menentukan pengalaman pelanggan saat berbelanja.

Karena itu, KiriminAja menghubungkan kanal penjualan tersebut dengan layanan fulfillment dan logistik. Seller dapat mengakses berbagai pilihan ekspedisi, mengelola pengiriman COD maupun non-COD, melakukan pelacakan paket, serta menangani kebutuhan retur dalam satu ekosistem. Sementara bagi bisnis yang telah memiliki website atau sistem e-commerce sendiri, integrasi dapat dilakukan melalui API maupun plugin.

Pendekatan tersebut memungkinkan pelaku usaha mengembangkan sistem penjualannya secara bertahap sesuai kebutuhan dan skala bisnis. Seller dapat memulai dari transaksi, kemudian memperkuat pengelolaan pelanggan, pengiriman, hingga integrasi sistem ketika bisnis berkembang.

Bagi KiriminAja, transformasi digital UMKM pada akhirnya bukan sekadar membuat pelaku usaha hadir di semakin banyak platform. Teknologi perlu membantu seller menyederhanakan pekerjaan operasional sehingga mereka memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan produk, pemasaran, pelayanan pelanggan, dan strategi pertumbuhan bisnis.