Bung Karno dan Muhammadiyah

Wakil Ketua Umum MUI, Ketua PP Muhammadiyah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KH Anwar Abbas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada kata-kata Bung Karno yang menarik untuk diingat oleh seluruh warga Muhammadiyah. Kata-kata itu disampaikan Bung Karno dalam salah satu kesempatan bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah waktu itu yaitu KH. Ahmad Badawi.
Bung Karno berkata kepada warga Muhammadiyah yang hadir, tahukah saudara mengapa saya cinta dan menjadi anggota Muhammadiyah bahkan menjadi anggota setia dari Muhammadiyah? Bung Karno berkata sebagai pemuda telah nginthil-nginthil Kiai Ahmad Dahlan karena ajaran yang diberikannya itu betul-betul sesuai dengan alam pikirannya.
Ajarannya juga telah menggugah kalbu dan rohnya, yaitu satu keyakinan yang teguh tentang kebenaran Islam. Baginya Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan itu adalah purification of the mind, rejuvenation of the Islam creed. Jadi itulah sebabnya, Bung Karno khintil Kiai Haji Ahmad Dahlan menjadi anggota yang setia kepada Muhammadiyah.
Bung Karno juga melanjutkan, bahwa dirinya yakin seuatu bangsa dan agama akan kuat jika punya pikiran yang tidak dikotori oleh khurafat-khurafat yang tidak benar dan bid'ah yang menyalahi prinsip pokok.
Oleh karena itu kecintaannya pada Muhammadiyah, beliau hubungkan dengan negara, tanah air, dan bangsa. Maka ketiganya itu adalah amanat dari Allah SWT. Bagi Bung Karno dan Muhammadiyah, seperti yang dikatakan Mas Badawi, Bung Karno mengabdi kepada negara, supaya negara ini selamat dan bagi warga Muhammadiyah itu adalah suatu ibadah.
Menurut Bung Karno ibadah bukan hanya sembahyang atau salat, tapi segala sesuatu perbuatan kita yang berarti penyembahan dan kebaktian kepada Allah SWT.
Oleh karena itu menyelamatkan, mempersatukan, dan memakmurkan tanah air adalah ibadah, karena negara dan bangsa adalah amanat dari Tuhan kepada kita.
Oleh karena itu saya tertarik menjadi anggota dan pengayom Muhammadiyah, bukan saja karena sebagai manusia yang yakin dan setuju dengan purification of mind dan rejuvenation of Islam creed yang dijalankan Muhammadiyah--tetapi juga seperti dikatakan oleh KH Ahmad Badawi mengurus negara, bangsa dan tanah air itu ibadah.
Jadi dari kata-kata Bung Karno ada pesan kuat yang ditinggalkannya yang sangat patut diingat, di mana Bung Karno sebagai Presiden dan warga setia Muhammadiyah meminta agar jangan membiarkan negara, bangsa, dan tanah air ini berjalan sendiri.
Warga Muhammadiyah diminta oleh Bung Karno untuk ikut secara aktif menyusun dan menyelamatkan negara dan bangsa, serta mempersatukan tanah air dan memakmurkannya sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
