Bupati Jember Libatkan 279 Orang untuk Awasi dan Periksa 209 Dapur MBG
ยทwaktu baca 3 menit

Berkali-kali terjadi kasus penyajian makanan tidak layak, bahkan sampai puluhan anak mengalami keracunan karena menyantap menu dari program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait pun akhirnya mengambil inisiatif dengan melakukan kontrol ketat sekaligus untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut.
Dia telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) sekaligus Tim Supervisi yang beranggotakan sekitar 279 orang. Berisikan kombinasi aparatur sipil negara (ASN) berbagai latar belakang keahlian yang relevan, perwakilan masyarakat, dan unsur media.
Mereka menjalankan misi untuk mengawasi serta memeriksa secara langsung 209 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang sedang mengoperasikan dapur MBG.
"Perintah dari Bupati untuk memotret semua SPPG secara objektif, sehingga bisa memetakan masalah untuk mengantisipasi keracunan atau kendala operasional lainnya. Tujuannya adalah memastikan sajian makanan MBG yang berkualitas," terang Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Jember, Indra Tri Purnomo, Minggu, 31 Mei 2026.
Tim terbagi dalam 31 unit atau sesuai dengan jumlah kecamatan. Telah bergerak menyisir setiap SPPG semenjak dibentuk oleh Bupati.
Mereka mendapat sejumlah temuan krusial. Di antaranya seperti kontaminasi bahan makanan, masalah kebersihan ruang dan peralatan dapur, kualitas air bersih, ketiadaan instalasi pengolah air limbah (IPAL), hingga soal standar keamanan dan keselamatan kerja.
Di Kecamatan Silo misalnya, ternyata hanya 2 dari 7 SPPG yang mempunyai IPAL memadai. Kebanyakan SPPG justru membuang limbah sembarangan ke pekarangan maupun sungai.
Begitupun dengan 2 dari 6 SPPG di Kecamatan Sukowono juga terkait dengan persoalan IPAL. Instalasi yang tersedia oleh tim dinilai tidak memenuhi standar.
Di Kecamatan Kencong tim menemukan 2 SPPG yang memakai sumur dengan kualitas air kurang layak, karena berdekatan dengan saluran pembuangan. Padahal, air digunakan untuk mengolah makanan.
Temuan lainnya di Kecamatan Patrang terdapat salah satu SPPG yang sembrono menyimpan bahan makanan. Buah dan sayuran kedapatan tertumpuk begitu saja bukan tersimpan dalam freezer atau pendingin.
Sementara ini, temuan-temuan tersebut masih di inventarisir dan dikaji secara mendalam. Hasilnya bakal di laporkan ke Bupati.
Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi menjelaskan, langkah Bupati sebagai upaya mitigasi dengan mengidentifikasi setiap potensi risiko sejak dini sebelum terjadi masalah dan pengambilan keputusan.
"Minimal tidak ada pembiaran. Kalau ada korban tentu dampaknya besar. Stop atau tidak stop itu kewenangan pusat, tetapi early warning system sudah dilakukan oleh Bupati lewat satgasnya," tutur Fauzi.
Menurut dia, hasil evaluasi untuk menilai performa masing-masing SPPG serta bahan dasar yang memuat gambaran kualitas MBG yang dihasilkan.
"Kebijakan MBG bagus, tapi jangan sampai dirusak oleh satu atau dua dapur bermasalah. Evaluasi ini menjadi langkah membersihkan dapur-dapur SPPG yang tidak sesuai ketentuan," tegasnya.
